Surabaya || faktaperistiwanews.co – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno menyebut dengan banyaknya tempat restoran dan cafe pada kawasan Jalan Tunjungan Surabaya telah ditemukan tidak memungut pajak.
“Kami ketahui dari rincian harga pembelian makanan itu restoran dan cafe masih ada yang belum memungutnya pajak,” ungkap Anas Karno kepada faktaperistiwanews.co, Jum’at (22/7).
Politisi Fraksi PDI Perjuangan telah menyayangkan bahwa, terkait penemuan ini harusnya menjadikan potensi pendapatan dari sektor pajak untuk mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah).
“Sangat disayangkan ya, PAD di kawasan itu sebenarnya sangatlah berpotensi namun belum bisa termaksimal,” kata Anas.
Dia kembali menyarankan agar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya untuk terus lebih maksimal terhadap potensi pendapatan pajak restoran dan cafe.
“Saran kami Bapenda Kota Surabaya diharapkan segera terjun langsung untuk memonitoring setiap tempat outlet restoran dan cafe ini, sehingga harap teliti dan dimaksimalkan,” pesan Anas Karno.
Anas menyampaikan, saat ini waktunya menggenjot PAD ditengah pemulihan ekonomi. Artinya, dengan pendapatan pajak tersebut.
“Ini harus maksimal jangan sampai hilang, sehingga dapat mendongkrak PAD,” tegasnya.
Anas menuturkan bahwa, melalui pajak itulah warga akan turut dalam membangun Kota Surabaya, jadi ini harap dapat berjalan maksimal.
Nah kalau untuk transparansi itu, setiap restoran dan cafe diharap menyertakan nilai pajak rincian harga pembelian ketika struk pembayaran.
“Sebenarnya yang bayar pajak adalah konsumen, dan pihak restoran dan cafe hanya tinggal meneruskan ke kantor pajak atau Kas Daerah, sebagai uang titipan untuk PAD Kota Surabaya,” pungkasnya. (vn/yud)







