Surabaya || faktaperistiwanews.co – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Hj. Camelia Habib, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Command Center, kemarin (21/2). Dalam sidak tersebut pihaknya mengecek layanan call center 112, tepatnya di gedung eks Siola Surabaya.
“Sebelumnya, kami banyak menerima keluhan masyarakat ketika reses terkait atas susahnya mengakses nomor call center 112 dalam naungan fasilitas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” kata Hj. Camelia Habiba saat dikonfirmasi, Sabtu (25/2/2023).
Politisi perempuan Fraksi PKB mengatakan bahwa, ketika mengecek di command center terdapat kendala untuk bandwidth (jumlah kapasitas maksimum kegiatan komunikasi antara server dan client yang ditentukan dalam hitungan bit per second atau bps) tidak terkoneksi sinyal dan jaringannya putus-putus.
“Saat kami cek ke command center, selama ini kendalanya bandwidth. Jadi, masyarakat pengaduan, bersamaan dengan menerima panggilan aduan lainnya. Sehingga sangat susah terakses untuk ditampung,” terang Camelia Habiba kepada FP News.
Selain itu, lanjut dia, para petugas juga telah mengalami prank, atau dari seseorang mengerjainya. Mereka sekedar iseng menghubungi call center 112 dengan adanya suatu kejadian. Nah, ketika ditindaklanjuti petugas, nyatanya hanya iseng.
“Kelemahan itu kami menilai, tidak dapat terecord (terekam), agar nantinya supaya mengetahui beberapa orang dengan keberadaan siapa saja melakukan prank tersebut,” ungkapnya.
Sehingga, sambung Camelia Habiba, kontak person terhubung dari seseorang mengerjai di call center 112 tidak terekam. “Kami inginkan infokom ada pengembangan. Karena maintenance (pemeliharaan) dan mengolah sistemnya,” pintanya.
Karena itu, disampaikan kembali, operator BPBD Surabaya segera berkoordinasi dengan infokom dalam pengembangan sistem teknologi terdapat di call center 112 tersebut.
“Tujuan itu, supaya bagaimana ketika seseorang telah menghubungi call center 112 untuk dapat terdeteksi dan dapat terlacak,” pesan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya ini.
Menurutnya, bilamana dari seorang telah mengerjai lagi supaya ketahuan, hingga kontak person itu sudah terdata jika sewaktu-waktu menghubungi pihak call center 112 yang melakukan prank dengan seseorang yang sama.
“Intinya, supaya dapat terdeteksi,” ujar Camelia Habiba.
Untuk penambahan bandwidth itu memang di infokom. Oleh karenanya, Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya berharap, supaya mengevaluasi dari BPBD Surabaya agar call center 112 harus punya layanan tingkat kepuasan masyarakat.
“Ketika masyarakat pengaduan, sudah terlayani secara otomatis dengan mendapat report (laporan) pesan dari call center 112 ini,” imbuhnya.
Camelia Habiba menambahkan, untuk bagaimana dengan pelayanan respon dan sikap masing-masing petugas command center call ketika menanggapi pengaduan dari masyarakat.
“Itu bertujuan, dapat menjadikan tingkat evaluasi kinerja para petugasnya,” pungkasnya. (uzi/yud)
