Bimbingan Orang Tua dengan Budidaya Kencur, Eno Wahyu Gadis Cilik Terpilih Peserta PangPut Lingkungan Hidup 2023

579

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Eno Wahyu Kamagading, gadis cilik terpilih sebagai peserta finalis Pangeran dan Putri (PangPut) Lingkungan Hidup tahun 2023. Dia melakukan inovasinya dengan membuat budidaya tanaman kencur mendapat bimbingan melalui orang tuanya.

Memanfaatkan tanaman kencur untuk budidaya dilakukan dengan mengolahnya sedemikian menarik menjadi produk makanan dan minuman. Putri Bunda Eka Suciyanti ini memiliki tanaman kencur mencapai 6.249 yang di tanamnya dalam pot di halaman depan teras dan belakang rumahnya.

Ide tersebut awal mulanya ia dapatkan pemberian neneknya dari Pulau Garam Madura berupa bibit kencur. Lalu olehnya di olahnya penuh keuletan mulai proses pemberian tanah di campur sekam sampai pemupukan organik.

“Manfaat tanaman kencur setelah diolah fungsi dapat untuk makanan ringan dan minuman menyegarkan,” ujar Eno Wahyu Kamagading.

Siswi asal Bronggalan Sawah 6A No 51 RT.02/RW.09, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya ini mengungkapkan, metode cara merawat budidaya kencur sampai hasil panen prosesnya penyiraman air sisa pembilasan beras, lalu sekitar 3 bulan bibit kencur baru bisa tumbuh.

Selanjutnya, pupuk organik diberikan 3 hari sekali serta penyiraman air rutin setiap harinya. Musim hujan, tanaman kencur tak perlu banyak di siram dengan air. Hanya 3 hari sekali.

Tetapi musim kemarau tanaman kencur ini tentunya prosesnya lebih maksimal bisa 2 kali sehari. Jika tidak benar-benar optimal tanaman kencur mudah mati terlebih saat suhu lembab bisa busuk.

“Saya bersama bunda (Eka Suciyanti) merawat budidaya kencur ini,” kata siswi kelas IV SDN Pacarkeling 1 Surabaya.

Saat panen, masih kata Eno budidaya tanaman kencur ia dengan bunda bersama neneknya mengolahnya menjadi bahan makanan yaitu, kue bawang kencur, kue goyang kencur. Untuk minuman bisa beras kencur hingga bedak alami berbahan dasar dari beras dan kencur.

“Bedak alami bahan beras dan kencur dapat mengatasi jerawat, mengencangkan maupun menghaluskan kulit, sudah terbukti,” jelas Eno, sembari diyakinkan bundanya.

Bunda Eka Suciyanti mengaku mensupport putrinya dengan terpilih menjadi peserta finalis Pangeran dan Putri (PangPut) Lingkungan Hidup tahun ini. Pihaknya juga selalu memberikan motivasi dan dukungan agar anaknya bersemangat mengikuti kompetisi perlombaan tersebut.

“Alhamdulillah, produk makanan dan minuman serta tanaman kencur sudah menyebar dan disosialisasikan ada 3.557 kalangan masyarakat bahkan 3.923 pun saya bagikan,” paparnya.

Sosialisasi ini, dia memasarkan ke warga sekitar, hingga orang nomor satu di kota Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Ibu Rini Indriyani (istri wali kota) DPRD, perangkat dinas, camat, sampai lurah.

“Sempat mengikuti pameran badan koordinasi kegiatan kesejahteraan sosial (BK3S) dalam sosialisasi makanan dan minuman olahan hasil budidaya tanaman kencur. Untuk penjualan omsetnya cukup lumayan sekitar Rp 450 ribu yang per/pcs seharga Rp 5 ribu saja,” tutur Bunda Eka.

“Saya memasarkannya tidak ambil untung banyak, terpenting di minati semua orang produk makanan dan minuman olahan budidaya kencur ini,” sambungnya.

Bunda Eka Suciyanti senantiasa dalam memberikan dukungan putrinya diimbangi dengan doa yang selalu dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME)

“ikhtiar dan doa sama-sama imbang. Saya pun berpesan ke anak harus memiliki moral akhlak yang baik, maupun berkomunikasi sopan santun terhadap semua orang,” ungkap dia.

Tak hanya itu, putrinya Eno ia juga mengajarkan supaya tetap menjaga kebersihan baik sebelum, dan saat terpilih peserta PangPut Lingkungan Hidup. Pihaknya menyebutkan masyarakat turut diajaknya supaya mencintai lingkungan dan memberikan cara menanam budidaya kencur dengan hasil sempurna.

“Bulan Maret 2023, sekitar 6 bulan anak saya Eno ikut lomba sebagai peserta finalis PangPut Lingkungan Hidup ini,” imbuhnya. (ris/ian)