Surabaya || faktaperistiwanews – Sangat prihatin tampak ban truk angkutan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Bukan tanpa alasan, ban truk sampah diketahui kondisinya saat melintas di jalan raya terlihat halus dan tipis.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro kemarin (25/5), bahwa pihaknya sama sekali enggan memberikan penjelasan terkait rincian besaran jumlah biaya anggaran dalam peruntukan perawatan ban truk sampah tersebut.

“Ya engkok kan di delok mas, gak isok diperkirakan (ya nanti kan di lihat mas, tidak bisa diperkirakan-red). Kita harus berbagi prioritas dengan OPD lainnya. Kalau misal, kita sebutkan anggaran sekian, belum tentu kan,” ujarnya.
Hebi mengaku keadaan ban truk sampah berplat merah tersebut memang sangat terlihat tipis. Nanti, akan dilakukan penggantian.
“Ya diganti mas, harus diganti ban kalau sudah tipis. Hampir keseluruhan itu ban truk sampah memang sekarang sudah banyak yang halus,” tutur dia.
Disebutkan, terkait belum bisa melakukan penggantian ban truk sampah terkendala serapan anggaran diperuntukkan fokus penanganan Covid 19 tahun 2021. Hingga akhirnya, semula anggaran biaya perawatan pengadaan ban, justru dibuat kesana Covid 19 semuanya.
“Untuk penggantian ban truk sampah diperkirakan jangka waktu sekitar 1 tahun, 1 kali,” kata Hebi.
Mantan Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya kembali mengatakan untuk penggantian ban truk sampah yang tipis akan segera diganti.
“Nah, ini yang akan kita bannya,” janji Hebi.
Maka, Hebi berharap, hal ini mumpung ada sinyal dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, apa saja yang dibutuhkan kepada DLH Kota Surabaya. Seperti misalnya, peruntukan anggaran perawatan ban truk sampah saatnya ganti.
“Kita hanya atur anggaran yang sekiranya mana saja diperlukan ya. Jadi, ban halus seperti ini akan menyangkut keselamatan,” ujarnya.
Untuk sementara sebagian kecil perlu penggantian ban truk sampah. Ini membutuhkan sekitar 100 ban baru bagi ban truk sampah hampir rata-rata tipis.
“Jumlah 100 ban baru itu untuk truk sampah, itupun masih belum cukup. Ya sambil melihat penambahan prioritas yang mana kita dahulukan,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Hebi, jumlah pengadaan perawatan 100 ban baru untuk truk sampah bannya tampak halus pun tidak sampai itu.
“Karena, duwek’e (anggaran) mek titik kok (karena uang anggaran cuma sedikit kok,red),” paparnya. (vn/yud)
