Surabaya || faktaperistiwanews.co – Beredar kabar terkonfirmasi kasus cacar monyet (monkeypox) di Indonesia, mendorong Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hj. Wara Sundari Renny Pramana, S.E., untuk mengingatkan masyarakat Jawa Timur selalu waspada.
Setelah temuan wabah cacar monyet masuk Indonesia, dan merambah hampir ke 100 negara. Untuk Jawa Timur nihil dan belum terkonfirmasi adanya kasus positif monkeypox atau cacar monyet,” kata Ketua Komisi E DPRD Jatim Hj. Wara Sundari Renny Pramana, Selasa (23/8).
Oleh karena itu, Wara mengingatkan bahwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur untuk berwaspada. “Ya jangan sampai kebobolan kasus tersebut,” pesan Wara.
Begitu juga dia meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pasalnya, dari World Health Organization (WHO) menyebutkan cacar monyet berstatus darurat kesehatan global sudah masuk ke Indonesia.
“Kami berharap semoga virus ini tidak sampai masuk Jawa Timur. Bukan berarti kita bisa menyepelekan loh ya,” tutur Wara.
Politisi perempuan Fraksi PDIP mengungkapkan, meskipun wabah cacar monyet sepertinya sulit untuk dielakkan, masyarakat tidak perlu takut dan panik, tetapi agar wabah ini tidak sampai meluas, masyarakat memang diminta lebih berhati-hati dan waspada.
“Terkonfirmasi cacar monyet jangan sampai menimbulkan kepanikan di Jawa Timur. Marilah kita berusaha sekuat tenaga melalui berbagai upaya nyata agar wabahnya jangan sampai masuk ke Jawa Timur,” jelasnya.
Wara kembali meminta jika ada warga masyarakat yang mengalami tanda-tanda yang mengarah kepada cacar monyet, yang bersangkutan harus segera melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan.
“Masyarakat harus diedukasi secara massif agar mengerti apa dan bagaimana itu cacar monyet. Apa tanda-tandanya, bagaimana penyebaran dan langkahnya apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala. Edukasi seperti ini harus dilakukan pemerintah agar masyarakat bisa antisipasi tertular cacar monyet,” pinta kakak kandung Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini.
Diusulkannya, agar tenaga kesehatan (nakes) sendiri diberi pelatihan bagaimana proses penanganan serta pengendalian cacar monyet.
“Para nakes kita harus paham betul apa itu cacar monyet sehingga pada saatnya bisa mendiagnosis dengan tepat. Para nakes juga diberi pelatihan khusus soal cacar monyet,” imbau Wara. (uzi)