TAKALAR || faktaperistiwanews.co – Momen mengharukan sekaligus membanggakan terjadi dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Takalar, Senin (4/5/2026).
Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Burhan Syabir sabri Nursyamsu, siswa UPT SD Negeri 1 Pattallassang yang dikenal berprestasi di tingkat nasional dalam lomba mendongeng.
Perhatian peserta upacara kemudian tertuju pada penampilan seorang siswa sekolah dasar yang tampil percaya diri membacakan naskah Undang-undang Dasar tanpa melihat teks. Dengan suara lantang, jelas, dan penuh penghayatan, siswa tersebut berhasil memukau seluruh peserta upacara.
Aksi tersebut sontak mendapat apresiasi meriah. Tepuk tangan menggema usai penampilannya, sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan kemampuan luar biasa yang ditunjukkan di usia dini.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar memberikan apresiasi khusus sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta muda daerah.
Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Takalar, Dr. Muhammad Hasbi, S.STP., M.A.P., M.Kom., yang bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Bupati Takalar.
Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, kepala sekolah, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.
Penampilan siswa yang membacakan naskah Proklamasi tanpa teks tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral. Banyak warganet memberikan pujian atas kecerdasan, keberanian, serta rasa percaya diri yang ditunjukkan, sekaligus mengapresiasi peran guru dalam membimbing siswa hingga mampu tampil maksimal.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Hari Pendidikan Nasional tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga tercermin dalam kualitas, keberanian, dan potensi generasi muda sebagai penerus bangsa.(Rahman)