Kediri || Faktaperistiwanews.co – Masyarakat Kediri di buat heboh dengan beredarnya, video yang menghebohkan masyarakat terkait dugaan kampanye terselubung oleh calon Bupati Kediri dari petahana telah beredar luas, salah satunya di TikTok @ramtivi.online.
Masyarakat menilai bahwa sang petahana semakin nekad memanfaatkan di akhir masa jabatannya untuk memperoleh kembali kekuasaan.
Dalam video tersebut, terdapat dugaan bahwa Bupati Kediri, Hanindito Himawan Pramana, memanfaatkan kekuasaannya untuk mengondisikan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kades se Kabupaten Kediri dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) guna kepentingan kampanye terselubungnya.
Salah satu contohnya adalah melalui acara peluncuran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pembangunan Infrastruktur Desa senilai kurang lebih 51 milyar yang dilaksanakan di Taman Hijau Simpang Lima Gumul Kediri pada hari Sabtu, 7 September 2024.
Dalam sambutannya Bupati Kediri Dhito
“Sebenarnya, lek bupatine iki pingine sak penake dewe, bisa gitu. Maksudnya gimana Mas Bupati ? lho biyen gak milih aku, saiki yo gak milih aku, lha lapo tak wehi bantuan (Kalau bupatinya ini inginnya semaunya sendiri, bisa saja. Maksudnya bagaimana Mas Bupati ? lha dulu tidak memilih saya, sekarang juga tidak memilih saya, lha kenapa diberi bantuan, red),” kata Mas Dhito, begitu ia kerap disapa.
Masih kata Mas Dhito, tapi ternyata tidak begitu. Dalam sebuah pemerintahan itu tidak boleh karena perbedaan pilihan ucapnya dalam sambutannya.
“Karena anu, tidak boleh begitu, ya harus rata. Maka kita berikan rata, hari ini 343 desa, semuanya kita beri 150 juta, totalnya 51 milyar,” tambahnya.
Dikatakannya, Apakah cukup untuk di desa?. “Mesti gak cukup. Sambat, Mas iki cukupe buat ini, yang ini irigasine belum, yang ini belum, yo sik to, makane didongakne. Didongakne yo dipilih. Nek mung didongakne tok, gak dipilih yo podo ae,” ujarnya.
Peristiwa ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait praktek politik yang tidak etis dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh calon Bupati Kediri.
Polemik seputar dugaan kampanye terselubung ini menjadi perbincangan hangat dan menjadi sorotan utama dalam agenda politik lokal.(Ban)
