NewsPariwisata

Tim DPP Prawita GENPPARI Kunjungi Eksotisme Curug Dendeng Tasikmalaya

Share
Share

Tasikmalaya, faktaperistiwanews.co.id – Tasikmalaya memang benar – benar memiliki daya pikat wisata yang luar biasa. Di samping keindahan panorama alamnya, juga keramahan masyarakatnya dalam menerima tamu menjadi magnet yang mampu menarik setiap hati yang ingin berlabuh dalam pelukan kepariwisataan Tasikmalaya. Lengkap sudah potensi yang dimiliki, mulai dari gunung, pantai, air terjun, pesawahan, dan lain – lain. Di samping itu masyarakatnya juga kreatif dalam mengulik aneka produk kreatif sehingga menjadi terobosan dalam menembus pasar yang lebih luas “, ungkap Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Senin (1/11).

Hal tersebut ia sampaikan sekembalinya dari kunjungan ke curug Dendeng di desa Tawang, kecamatan Panca Tengah kabupaten Tasikmalaya. Dirinya semakin yakin dan optimis bahwa kepariwisataan di Tasikmalaya akan meningkat dengan pesat. Terlebih DPD Prawita GENPPARI kabupaten Tasikmalaya di bawah komando Kang Rizal juga begitu giat, agresif dan masif dalam membangun desa wisata – desa wisata.

“ Meski tanpa digaji dan tanpa dukungan anggaran Pemerintah, aktivitasnya dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya sangat luar biasa. Kerja keras setaip hari penuh dedikasi dan pengabdian semata – mata mengembangkan pariwisata agar bisa berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Itulah sebabnya, basis pembangunan kepariwisataan di Indonesia ini harus ditekankan pada pembangunan SDM-nya. Baik yang berkaitan dengan mind set, motivasi, pengetahuan dan keterampilan dalam tata kelola kepariwisataan dari hulu sampai hilir “, ujar Dede menambahkan.

Kemudian terkait dengan curug Dendeng yang memiliki keindahan yang mempesona, air terjun ini juga tidak luput dengan mitos yang beredar. Dimana menyatakan bahwa air terjun bertingkat ini berkaitan dengan kisah masa lalu yang diyakini oleh sebagian orang sebagai tempat singgah Nabi Daud A.S yang digunakan untuk wudhu sebelum kumandangkan adzan. Konon lantaran lantunan adzan yang dibawakan sangat merdu membuat alam sekitarnya menjadi lebih indah. Selain berkaitan dengan kisah Nabi Daud A.S, ada juga yang mempercayai jika curug ini berkaitan dengan kisah pertarungan pangeran Jaya Nalangsa dan Jaya Langsana. Sebagian masyarakat percaya jika pertarungan terjadi di tingkat pertama curug Dengdeng dan di paling bawah curug merupakan makam dari salah satu pangeran tersebut. Selain kedua kisah tersebut, ada juga mitos yang beredar yang menyatakan bahwa siapa saja yang masih single kemudian berendam akan dilancarkan jodohnya. Namun semuanya hanyalah mitos semata, dan terlepas dari berbagai mitos yang ada, curug Dendeng tetap miliki pesona yang penuh daya pikat.

“ Jika mengunjungi air terjun (curug) Dendeng ini, kita akan teringat pada keindahan Niagara Fall di Toronto Canada. Subjek keindahannya tidak terletak pada ketinggian air terjun, tetapi pada lebar air terjun. Namun curug Dendeng ini juga memiliki daya pikat yang berundak – undak, yang tentu saja tidak dimiliki oleh Niagara Fall. Ini bisa menjadi salah satu keunggulan yang dimilikinya. Di samping itu bagi pengunjung yang tidak membawa perbekalan makanan juga tidak perlu khawatir, karena di sampingnya banyak warung yang berjajar untuk menjual aneka makanan dan minuman. Salah satu makanan favorit pengunjung adalah ikan bakarnya yang nikmat sekali “, pungkas Dede mengakhiri cerita kunjungannya.(red)

Share
Related Articles
DaerahNews

Donasi Tembus Rp308 Juta, Lazismu Surabaya Buktikan Transparansi Penyaluran ke NTT

SURABAYA // faktaperistiwanews.co – Lazismu Kota Surabaya mengumumkan perolehan donasi untuk program...

DaerahNews

Maulid Nabi & Pisah Sambut Kepala Sekolah Baru SMKS Tira Rantetayo Berjalan Khidmat

Tana Toraja, Rantetayo || faktaperistiwanews.co - perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448...

NewsPendidikan

12 Siswa Trimurti Senior High School Borong 50 Medali di World Scholar’s Cup Bangkok 2026 

SURABAYA || faktaperistiwanews.co -  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para siswa SMA Trimurti Senior High School di ajang internasional. Sebanyak 12 siswa berhasil membawa pulang 50 medali dari World Scholar’s Cup (WSC) Bangkok Global Round 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.  Dari total perolehan tersebut, delegasi Trimurti sukses mengantongi 16 medali emas dan 34 medali perak. Kompetisi internasional itu berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September 2026 dan diikuti pelajar dari berbagai negara.  Para siswa Trimurti berkompetisi di kategori Senior Division. Mereka mengikuti empat cabang utama, yakni Scholar’s Challenge, Scholar’s Bowl, Team Debate, dan Collaborative Writing.  World Scholar’s Cup tidak hanya menguji kemampuan akademik. Para peserta juga ditantang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, argumentasi, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dengan peserta dari berbagai negara.  Dalam Scholar’s Challenge, peserta menghadapi tantangan akademik lintas bidang. Sementara Scholar’s Bowl menguji kemampuan peserta bekerja dalam tim untuk menjawab berbagai pertanyaan secara cepat dan tepat.  Kemampuan menyampaikan gagasan dan mempertahankan argumentasi diuji melalui Team Debate. Adapun Collaborative Writing memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghasilkan tulisan secara bersama-sama berdasarkan tema yang diberikan.  Pengalaman delegasi Trimurti di Bangkok tidak berhenti pada kompetisi utama. Selama Global Round, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan seperti Opening Ceremony, Scholar’s Scavenge, Debate School, Debate Showcase, Scholar’s Show, Cultural Fair, Closing Ceremony, dan Scholar’s Ball.  Salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda adalah Scholar’s Scavenge. Para peserta menghadapi berbagai tantangan yang mendorong mereka untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinteraksi dengan peserta lain. ...

DaerahNews

Bupati Takalar Sidak Puskesmas Tanakeke: Warga Kurang Mampu Bakal Didaftarkan BPJS Ditanggung Pemda

TAKALAR || faktaperistiwanews.co — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan sidak...