Mojokerto || Faktaperistiwanews.co, – Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting serta Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Muhammadiyah Kota Surabaya sukses menggelar Pelatihan Digital Fundraising, Sosialisasi Kantor Layanan Lazismu (KLL), dan Pemetaan UMKM di Newstart Hotel, Trawas, Mojokerto pada 8-9 Februari 2025.
Acara ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai cabang dan ranting Muhammadiyah se-Surabaya. Dan saat Pembukaan Acara juga dihadiri oleh para petinggi Pimpinan Daerah Muhammadiyah diantaranya Dr. M. Ridlwan, M.Pd., Drs. Catur Anang Hutoyo,Musa Abdullah,Drs Mohammad Lutfi, dan Drs. Marjuki .MA. Manfaat dari Para peserta, yaitu mendapatkan wawasan mendalam mengenai strategi digital fundraising, yang semakin relevan di era digital saat ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Global NGO Technology Report tahun 2023, sebanyak 72% organisasi filantropi di dunia kini mengandalkan digital fundraising sebagai sumber utama penggalangan dana. Hal ini menegaskan pentingnya digital fundraising dalam menopang keberlanjutan keuangan organisasi sosial, termasuk Muhammadiyah.

Lazismu Surabaya sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah Surabaya berperan penting dalam mendorong penggalangan dana digital. Dalam sesi pelatihan, Manager Lazismu Surabaya, Dedy Surahman, S.E., M.M., menjelaskan mekanisme program di enam pilar Lazismu serta langkah-langkah mendirikan KLL di setiap cabang dan ranting Muhammadiyah. Ketua LPCR-PM Surabaya, M. Jahja Shohudin, S.Pd., berharap setiap cabang dan ranting Muhammadiyah memiliki KLL sebagai solusi keberlanjutan finansial bagi jamaah dan masyarakat luas.
Ketua Lazismu Surabaya, Faisal Haqqi, S.E., menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga Muhammadiyah. “Kalau kita sinergikan dengan Lazismu,tidak hanya LPCR-PM saja, tetapi juga Lembaga dan Majelis Muhammadiyah Surabaya yang lainnya, insya Allah dampaknya akan besar dan luas.Dan inilah yang saya tunggu tunggu, Sinergi ini bukan hanya untuk kepentingan Muhammadiyah, tetapi juga kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.(Wjy)
