Satu-satunya di Tegalsari, MWKT Wonorejo Jadi Role Model Demokrasi Berintegritas bagi Gen-Z

640

SURABAYA // faktaperistiwanews.co – Kelurahan Wonorejo mengukir sejarah baru dalam tata kelola organisasi kepemudaan di wilayah Kecamatan Tegalsari melalui gelaran Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) yang transparan. Di tengah suasana malam yang sejuk di Balai RW 06 Jalan Wonorejo IV No. 48, proses pemilihan ketua baru berlangsung dinamis dengan memunculkan nama-nama kader terbaik seperti Bijak Yuriswiro, Fajar Cahya, Muthia Rahmasari, hingga Bagas Avicienna. Langkah ini menjadi istimewa karena Wonorejo menjadi satu-satunya kelurahan di Kecamatan Tegalsari yang menjalankan proses pemilihan secara mufakat sesuai AD/ART, berbeda dengan wilayah lain yang selama ini masih menggunakan sistem penunjukan langsung.

Lurah Wonorejo, Raden Bagoes Siswantono, SH, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap transformasi mekanisme yang lebih terbuka ini. Menurutnya, era penunjukan sudah selayaknya ditinggalkan demi menciptakan organisasi yang memiliki legitimasi kuat di mata warga. “Saya meminta proses saat ini harus transparan dan terbuka. Karang Taruna adalah wadah bagi Gen-Z untuk belajar berkarya secara nyata. Dengan mekanisme yang jujur, maka pemimpin yang lahir memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membangun wilayah,” ujar Raden Bagoes Siswantono di hadapan seluruh perwakilan unit Kartar se-Wonorejo.

Dukungan serupa datang dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, Arie Kurniawan, yang mengawal langsung jalannya musyawarah. Arie menekankan bahwa integritas proses di Wonorejo harus menjadi standar bagi kelurahan lain agar organisasi tidak sekadar menjadi tempat berkumpul tanpa arah. Setelah melalui proses penjaringan aspirasi yang ketat dan demokratis, forum akhirnya menyepakati Bagas Avicienna sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Wonorejo yang baru. Kehadiran Arie menjadi simbol pengakuan kecamatan atas terpilihnya Bagas melalui proses yang sah dan berintegritas.

Secara teknis, MWKT di Wonorejo merupakan kebutuhan mendesak mengingat kompleksitas wilayahnya yang menonjol. Berdasarkan data statistik kependudukan, Wonorejo adalah kelurahan terpadat di Tegalsari dengan 14 RW dan 93 RT, jauh melampaui Kelurahan Tegalsari (8 RW) atau Keputran (10 RW). Dengan populasi pemuda yang mencapai hampir 35% dari total 25.000 jiwa penduduk, sistem musyawarah menjadi instrumen paling adil untuk menyatukan beragam pemikiran dari kader potensial seperti Bijak, Fajar, dan Muthia ke dalam satu visi kepemimpinan yang baru.

Musyawarah yang berakhir pukul 21.00 WIB ini ditutup dengan semangat kolaborasi antar generasi. Sinergi antara Lurah Raden Bagoes Siswantono, Kasi Kesra Syamsul, dan Ketua Kecamatan Arie Kurniawan memberikan fondasi kuat bagi kepengurusan Bagas Avicienna untuk segera bergerak. Harapannya, hasil MWKT ini membawa dampak langsung bagi warga, terutama dalam mengaktifkan kembali peran pemuda sebagai garda terdepan pembangunan di Kelurahan Wonorejo yang heterogen melalui program-program yang lebih inovatif dan tepat sasaran.(Ysf)