PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU (RKB)DI SDN16 BITTUANG, DIDUGA BERMASALAH,TANPA PAPAN KEGIATAN DAN BANGUNANNYA AMBLOL
Tana Toraja || faktaperistiwanews.co -Berdasarkan data terkini, hingga awal tahun 2026, fenomena proyek ruang kelas baru(RKB)tanpa papan informasi yang berujung pada kerusakan fisik sering kali dikategorikan oleh masyarakat dan media sebagai “proyek siluman”.
Pengerjaan proyek pemerintah tanpa papan informasi melanggar prinsif transparansi yang di atur dalam UU.14/2008,keterbukaan informasi publik(KIP)
Perpres.no.5/2010,mengenai pengadaan barang /jasa pemerintah yang mewajibkan pemasangan papan nama proyek sebagai bentuk pengawasan masyarakat.
Seperti yang terjadi di SDN.16 bittuang,yang mendapat bantuan proyek pembangunan ruang kelas baru,(RKB)
Senilai 269 JT dari dana alokasi umum(DAU)tahun 2025,menuai sorotan dari berbagai kalangan masyarakat. Bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas belajar siswa ini ternyata TDK dilengkapi papan proyek ,serta dlm pengerjaannya pun asal jadi,dan kwalitas bangunannya ambrol.
Kondisi bngunan yang ambrol memicu kekwatiran akan keselamatan siswa.Pemerintah daerah diminta diaudit dan mengambil tindakan atas proyek ini.sementara itu,kepala sekolah SDN.16 bittuang,alfrida bonggakarua mengatakan kalau dirinya tidak tahu sama sekali soal proyek yang masuk disekolahny. “Saya tidak tahu darimana proyek itu,bagaimana saya mau tahu kalau papan proyeknya saja tidak terpasang” ujar alfrida
Salah satu tokoh masyarakat dibittuang,merasa heran dengan pekerjaan proyek(DAU)senilai 269jt yang dikerjakan lebih dari satu orang,bisa dbayangkan bagaimana kwalitas bangunannya.untuk itu,perlunya pengawasan terutama dari dinas pendidikan kabupaten tana toraja yang memang selama ini jarang sekali turun lapangan mengadakan pengawasan terhadap proyek2 yang ada disekola2.Bagaimana mau turun kalau banyak juga proyek sekolah yang dikerjakan kadis dan kabidnya sebut saja dak fisik tahun 2023-2024 yang sebagian besar dikerjakan oleh kadis pendidikan Tana Toraja,Andarias Lebang dan Kabid Dikdas yang saat itu dijabat Alexander.P yang menuai banyak masalah. (A.G)
