Kesehatan

Polres Kuningan Mendapatkan Sosialisasi Aplikasi E-Dumas dari Itwasda Polda Jabar

Share
Share

KUNINGAN – Team Sosialisasi Aplikasi E-Dumas Presisi Polda Jabar melakukan kegiatan sosialisasi di beberapa titik pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Kuningan, diantaranya Samsat Kab Kuningan, Terminal Kertawangunan dan Taman Kota, Kuningan, Jumat (23/07/2021).

Kegiatan dipimpin Irbid Itwasda Polda Jabar AKBP Dedy Dewantho, S.I.K., dan diikuti Wakapolres Kuningan Kompol Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K, para PJU, Operator Dumas Presisi Polres Kuningan, anggota Polres Kuningan serta sejumlah anggota masyarakat.

Menurut keterangan Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Iptu Carsa, S.Kep.,M.M, menyatakan aplikasi E-Dumas (pengaduan masyarakat) merupakan terobosan Polri dalam memperbaiki kinerja kepolisian khususnya di bagian pelayanan masyarakat.

“Masyarakat dipersilahkan mendownload aplikasi ini di playstore, selanjutnya tinggal memasukan data pribadi yang valid, lalu setelah log in akan terdapat beberapa opsi salah satunya masyarakat dapat memberikan saran atau pengaduan terkait pelayanan yang diberikan kepolisian,” terang Iptu Carsa.

Ditambahkan Iptu Carsa, selain dapat diunduh melalui play store, masyarakat juga dapat mengakses melalui alamat website dengan alamat https://dumaspresisi.polri.go.id/dumaspro/.

“Dengan adanya sosialisasi E-Dumas Presisi, maka akan memudahkan masyarakat untuk melaporkan kejadian termasuk pelayanan kinerja Polri secara online yang bertujuan mewujudkan transparansi dan penanganan keluhan bagi masyarakat”, tambahnya.

Terpisah, Irbid Itwasda Polda Jabar AKBP Dedy Dewantho, S.I.K., menyatakan aplikasi E-Dumas Presisi menjadi bagian transparansi Polri dan handling complaint masyarakat luas. Diharapkan menjadi media yang efektif, karena masyarakat dapat secara langsung mengetahui perkembangan penanganan kasus yang dilaporkan.

“Dengan adanya E-Dumas, diharapkan Polri dapat melakukan pengelolaan dan menemukan solusi terbaik dalam menangani pengaduan masyarakat, serta manfaatkan masukan dari pengamat dan pengawas eksternal Polri” ujar AKBP Dedy.

AKBP Dedy menambahkan, laporan pengaduan masyarakat yang masuk melalui aplikasi, nantinya akan dipilah oleh operator sebelum diproses ke tahap berikutnya. Sementara untuk perkembangan pengaduan, masyarakat bisa langsung memantau melalui aplikasi tersebut. Namun AKBP Dedy menekankan agar masyarakat turut menjaga kredibilitas aplikasi ini dengan memberikan informasi yang sebenar-benarnya.

“Setiap operator harus melakukan klarifikasi, tujuannya untuk menghindari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, misalnya terkait identitas, apabila identitas tidak terpenuhi, maka tidak bisa masuk ketahap kedua, jadi semuanya harus bisa terklarifikasi” tambahnya.

Lebih jauh AKBP Dedy menyatakan masyarakat silahkan melaporkan apa saja, termasuk bila mereka mengeluhkan soal kinerja anggota Polri. Hanya saja pengaduan yang dibuat itu benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan bukan sekedar laporan palsu” pungkasnya.

Red***

Share
Previous post *Vibrasi Dalam Perspektif Pendekatan Teori* Oleh : Dede Farhan Aulawi (Pemerhati Teknologi) Sebuah sistem yang mengandung massa dan elastisitas mampu bergerak secara relatif. Jika gerakan tersebut berulang dalam suatu interval waktu tertentu maka gerakan itu disebut sebagai getaran (vibrasi). Dengan kata lain, definisi vibrasi adalah pergerakan suatu benda terhadap posisi referensinya yang disebabkan gaya eksitasi (excitation force) yang bekerja pada benda tersebut. Vibrasi ditandai dengan perubahan secara periodik dari suatu vibrasi. Dalam lingkungan kita, fenomena vibrasi dapat ditemukan beberapa contoh : putaran roda, dawai gitar, dan contoh-contoh lainnya. Besaran yang menyatakan vibrasi dapat berupa simpangan, sudut, tekanan, kecepatan dan lain-lain. Pada gas turbin engine dapat kita temukan berbagai sumber vibrasi. Sumber vibrasi yang sering ditemukan adalah unbalance, misalignment dan looseness. Secara matematis vibrasi dapat diuraikan sebagai sebuah fungsi, antara lain fungsi periodik dan fungsi harmonik. Secara umum gerak vibrasi adalah suatu fungsi periodik. Amplitudo menyatakan besarnya penguatan dari sebuah sinyal vibrasi yang diukur. Amplitudo juga dapat menyatakan suatu penguatan dari vibrasi itu sendiri. Amplitudo dari pengukuran vibrasi memuat informasi yang memungkinkan kita untuk melakukan estimasi seberapa parahnya kerusakan yang dialami engine. Dalam analisis vibrasi, amplitudo diukur dalam unit perpindahan (displacement), kecepatan (velocity), atau percepatan (acceleration) dan berdasarkan tipenya diplot pada sumbu vertikal grafik sebuah sinyal. Perpindahan (Displacement) adalah jarak dari objek referensi atau suatu posisi tetap (objek tetap dalam keadaan tidak mengalami force-unbalance). Satuan normalnya dalam Mils Peak-To-Peak atau mm peak-to-peak. Perpindahan menyatakan pergerakan dari vibrasi. Kecepatan (Velocity) adalah perubahan posisi terhadap waktu. Dengan kata lain, nilai dari setiap perubahan posisi. Standar Industrial untuk pengukuran kecepatan adalah Inch per Second Peak atau per Second RMS. Kecepatan menyatakan nilai kecepatan sebuah vibrasi. Percepatan (Acceleration) adalah perubahan kecepatan terhadap waktu (besarnya perubahan kecepatan). Pada objek apapun, percepatan pada kenyataannya secara langsung berbanding lurus dengan force-unbalancenya. Percepatan secara normal diukur dalam GRMS. Percepatan menyatakan gaya (force) dari sebuah vibrasi. Perioda diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan suatu objek yang berubah periodik untuk kembali ke keadaan awalnya. Gerakan periodik suatu objek adalah gerakan yang berulang secara teratur dalam waktu yang sama. Sedangkan frekuensi adalah jumlah pengulangan yang terjadi dalam satu waktu. Frekuensi pribadi suatu sistem adalah frekuensi sistem yang mempunyai vibrasi bebas tanpa gesekan. Frekuensi menyatakan nilai dari komponen sinyal yang berulang selama rentang waktu tertentu. Muatan frekuensi dari sinyal vibrasi memungkinkan kita untuk membedakan perbedaan jenis masalah engine, seperti Imbalance dan kegagalan pada bearing. Satuan frekuensi biasanya dinyatakan dalam Hz (bilangan perulangan sinyal tiap detiknya), CPM (bilangan perulangan sinyal tiap menitnya/Component Per Minute). Frekuensi juga dapat diungkapkan dalam orde yang merupakan perkalian dari frekuensi rotasi dari shaft pada titik pengukuran spesifik. 1x run speed merupakan 1x waktu run speed dari shaft. Sebuah kejadian yang memiliki frekuensi ke-6.45 akan terjadi 6.45 kali selama periode waktu yang menempatkan shaft menghasilkan 1 revolusi. Analisa dalam orde, sangat berguna untuk mesin-mesin yang memiliki kecepatan variabel. Fasa adalah besarnya interval waktu relatif antara dua kejadian, yang diungkapkan dalam pecahan dari pengulangan kejadiannya. Fasa, normalnya diukur dalam derajat atau radian, yang nilainya menetukan nilai suatu besaran yang berubah periodik. Umumnya pada engine, menyatakan dua kejadian harus berhubungan terhadap shaft yang sama. Fasa merupakan sumber informasi yang penting untuk analisis, khususnya ketika sebuah equipment sedang dibalance. Pengukuran-pengukuran fasa seringkali menjadi kunci dalam menggunakan analisa multichannel yang mengacu pada fasa.
Related Articles
KesehatanNews

Runner Sudah 1 Tahun Mengalami Penyakit Prostat Bisa Sembuh Tanpa Operasi

Luwu // faktaperistiwanews.co - Runner yang biasa disapa Opu Condeng alamat Desa...

KesehatanNews

Runner Sudah 1 Tahun Mengalami Penyakit Prostat Bisa Sembuh Tanpa Operasi

Luwu // faktaperistiwanews.co - Runner yang biasa disapa Opu Condeng alamat Desa...

KesehatanTNI - Polri - Brimob

Polresta Sidoarjo Bersama IJTI Gelar Bakti Kesehatan Cegah Stunting

SIDOARJO || faktaperistiwanews.co - Mendukung program pemerintah dalam penanganan kasus stunting pada...

KesehatanTNI - Polri - Brimob

Polres Pasuruan Kota Kembali Gelar Gerai Vaksin Presisi untuk Pelajar

PASURUAN KOTA || faktaperistiwanews.co – Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 dilakukan oleh jajaran...