Pemerintah Kabupaten Takalar Menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke- 68 Tingkat Kabupaten

582

Takalar || faktaperistiwanews.co – Upacara tahun ini tampak berbeda dari biasanya, tampak para kepala sekolah se-Kabupaten Takalar serta perwakilan guru yang mengenakan pakaian adat, mencerminkan keberagaman budaya dalam dunia pendidikan.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, serta pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh siswa berprestasi dari UPT SD Negeri 1 Center Patallassang, Burhan Syabir Nursayamsu. Ia sebelumnya telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di tingkat nasional dalam lomba mendongeng serta kemampuan membacakan UUD 1945 tanpa teks. Atas prestasinya tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar memberikan apresiasi khusus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Dr. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.Kom., yang mewakili Bupati Takalar, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Dalam pidatonya disampaikan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk meneguhkan dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, merupakan proses mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun watak dan peradaban.

Lebih lanjut, Sekda Takalar menyampaikan lima kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu:

  1. Pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC);
  2. Pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan guru;
  3. Integrasi pembelajaran mendalam dengan penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman dan nyaman;
  4. Peningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi, numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA);
  5. Perluasan akses pendidikan melalui layanan yang mudah.

(Rahman?