Surabaya | faktaperistiwanews.co – Fasilitas umum (Fasum) berupa lapangan futsal di sejumlah Kota Surabaya kondisinya sangat membutuhkan perawatan maupun pemeliharaan dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya.
Pasalnya, berdasarkan penelusuran dilokasi bahwa, kondisi lapangan futsal di Taman Mayangkara Jagir Wonokromo, dan di Jalan Tengger Raya VI, serta Jalan Sememi Jaya I Gang Lebar Kota Surabaya keadaannya cukup tidak memperhatikan.
Lebih-lebih, masyarakat saat ingin memanfaatkan olahraga diduga keadaan sangat mengkhawatirkan lantaran beberapa sisi seperti lantai keseluruhan retak, pecah dan mengelupas. Ditambah lagi pada pagar kawat mengalami jebol, dan besi nampak keropos, serta kondisi cat gawang mengelupas sehingga berkarat.

Kondisi demikian, juga sangat disayangkan oleh salah satu masyarakat sekitar di wilayah Tengger Raya VI. Dia menyebut bahwa, lapangan futsal memang benar dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Iya benar, lapangan futsal itu telah dikelola Pemkot Surabaya. Bahkan, rencana katanya masih dalam proses diajukan pembenahan untuk tahun depan, tapi tidak tahu lagi sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda dibenahi pada lapangan futsal tersebut,” ucap sumber masyarakat yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (14/5/2022).
Sumber kembali menyampaikan, kondisi lapangan futsal itu sudah lama rusak. Kurang lebih selama 6 (enam) tahun tidak ada perubahan sama sekali.
“Ya bisa dilihat mas, segi fisik banyak yang retak-retak dan berlubang. Bahkan, inisiatif saya lapangan futsal telah retak dan tampak berlubang dengan menyuruh orang untuk menambalnya, serta membeli semen sendiri,” sebutnya.
Antisipatif itu dia lakukan, sambungnya, agar anak-anak saat bermain bola pada lapangan futsal itu khawatir terkena kakinya.
“Sempat anak saya bermain bola di tempat lapangan futsal kakinya sobek. Dampaknya ya itu berlubang dan retak-retak, pagar keliling juga tampak jebol,” jelas sumber.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya, Dra. Wiwiek Widayati saat dikonfirmasi terpisah menyebut, terkait banyaknya lapangan futsal mengalami kerusakan, dia berjanji akan segera menyelesaikan.
“Kita akan bereskan, baik itu lapangan futsal cat sudah pudar, dan pagar keliling pembatas kawat, berikut gawang sudah berkarat. Kita banyak masukan dari beberapa tempat di Kecamatan ya, lapangan harus segera diperbaiki,” katanya.
Dengan banyaknya lapangan futsal kondisinya rusak, Wiwiek berdalih akibat faktor lapangan futsal berada di luar (outdoor), bukan indoor.
“Faktor itu mungkin saja terkena sinar matahari. Termasuk pagar pembatas kawat keliling lapangan futsal tampak jebol itu ya. Insya Allah akan dilakukan pembenahan. Bertahap kita bereskan, mana yang bisa kita selesaikan dahulu,” janji Wiwiek.
Wiwiek mencontohkan, misalnya untuk lapangan futsal akan kurang cat, gawang berkarat, dan plesteran lantai dasar retak pihaknya akan membagi waktu untuk pembenahan.
Namun, sangat disayangkan ketika Kadis Wiwiek ditanya berapa besaran dikeluarkan untuk anggaran perawatan lapangan futsal tersebut, pihaknya enggan memberikan keterangan.
“Nah, biaya anggaran perawatan lapangan futsal saya tidak hafal,” ucapnya sambil berlalu. (vn/yud)







