PASURUAN // faktaperistiwanews.co – Suasana sejuk Cafe Bunga Nongkojajar,selasa, 31 Maret 2026, Pasuruan, Menjadi saksi bisu metamorfosis visi dan misi sebuah komunitas yang lahir dari aspal jalanan. Sejak berdiri pada 2017, komunitas yang semula bernama Komunitas Bikers Ojek Online Indonesia bermetamorfosis menjadi Komunitas Bikers Owner Online Indonesia. Perubahan nama ini mencerminkan semangat baru para anggotanya yang kini telah berkembang secara universal melampaui profesi awal mereka sebagai pengemudi daring.
Pertemuan yang berlangsung hangat mulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti, termasuk Pendiri sekaligus Penasehat Cak Prima Fifin Fitrianto, SP, serta Ketua Umum saat ini, Cak Lukman Arie Purwanto. Turut hadir Moh. Hamafi selaku Ketua Harian, Sekretaris Umum Cak Mohammad Syamsul Arifin, dan Bendahara Umum Dwipa Wijaya, SE. Kehadiran puluhan anggota dengan latar belakang profesi yang beragam—mulai dari wirausaha hingga jurnalis—menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan mereka tetap kokoh meski dinamika pekerjaan terus berubah.

Transformasi ini selaras dengan data perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Merujuk pada laporan e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai USD 110 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini memicu pergeseran peran mitra pengemudi yang semula hanya bergantung pada satu aplikasi, kini banyak yang sukses melakukan vertikalitas profesi menjadi pemilik usaha atau bekerja di sektor manufaktur dan jasa. Fenomena ini terlihat jelas pada anggota Kobooi yang berhasil meningkatkan taraf hidup mereka melalui kemandirian ekonomi.
Dalam orasinya, Cak Prima menekankan bahwa kunci eksistensi selama hampir satu windu ini adalah kedewasaan dalam berorganisasi. Beliau berharap wadah ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga sarana untuk terus mendekatkan diri kepada hal-hal positif dan sosial. “Kita ingin semangat ini terus mengalir, bahkan hingga bisa diregenerasikan kepada anak-anak kita nantinya,” ungkapnya di hadapan para anggota yang hadir.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat jiwa sosial, seperti program Jumat Berkah dan santunan yang selama ini menjadi ciri khas Kobooi. Meski di luar sana banyak muncul komunitas dengan nama serupa, pengurus tetap optimis bahwa orisinalitas visi dan misi Kobooi sejak 2017 akan tetap menjadi pembeda yang unggul. Semangat “Satu Aspal” kini telah berkembang menjadi semangat “Satu Persaudaraan” yang lebih luas dan bermakna.(Wjy)
