Komisi C DPRD Surabaya: Aneh, Disbudporapar Sampai Tidak Tahu Lapangan Futsal Rusak Cukup Parah

611

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Tampak bertahun-tahun penyangga tiang roboh tertimbun tanah, berkarat, dan keropos, begitulah beberapa kondisi lapangan futsal di Surabaya. Begitu pula, tanggapan tersebut juga mendapat sorotan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Drs. H. Buchori Imron.

Menurutnya, keadaan sudah roboh tiang penyangga lapangan futsal seperti itu, Dinas Kebudayaan Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya dinilainya cukup mengabaikan, serta pembiaran.

“Kondisi lapangan futsal tidak terawat sampai rusak, kami menilai mengabaikan. Sangat abaikan, harusnya tidak boleh dibiarkan seperti itu,” geram Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron, Jum’at (13/1).

Dengan faktor lapangan futsal banyak yang rusak, dikatakan kembali, berarti sangat dimungkinkan Disbudporapar tidak pernah melakukan pengecekan atau mengunjungi.

“Kan aneh, sampai tidak tahu lapangan futsal rusak cukup parah. Itupun, tidak bisa dijadikan alasan. Anggaran pemerintah itu milik masyarakat,” cetus Buchori.

Ketika terdapat lapangan futsal mulai rusak tidak cukup dengan diawasi. Tapi, seharusnya ditindaklanjuti. Karena, pemerintah mempunyai anggaran cukup besar.

“Nah, kalau pembiaran lapangan futsal, ini patut dipertanyakan,” tegasnya lembaga pengawasan tersebut.

Buchori menyampaikan, dalam pemeliharaan lapangan futsal tidak hanya cukup membangun, terus selesai, dan membiarkan begitu saja. Pastinya, harus ada pengawasan tiap titik lapangan futsal ketika mengetahui kerusakan.

“Terbukti lapangan futsal kondisi sudah rusak, namun Disbudporapar hanya diam, bahkan diabaikan, nah ini perlunya pertanyakan lagi. Kalau tetap saja tidak segera bertindak, bila perlu di geser saja dari jabatan,” tegasnya lagi.

Buchori mendesak, untuk lapangan futsal kurang layak, harusnya Disbudporapar melakukan pembenahan. Bagaimana dapat merawat lebih layak, dan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berolahraga.

“Harus membenahi serta ada pemeliharaan fasilitas lapangan futsal sudah rusak,” pesannya.

Perlu diketahui sebelumnya, Disbudporapar berdalih kondisi lapangan futsal menurutnya dilakukan perawatan dan semuanya sedang baik-baik saja. Namun, kondisi pantauan yang ada beberapa lapangan futsal sangat memprihatinkan tidak layak.

Ironisnya, menurut pengakuan dari Disbudporapar terkait adanya perawatan ulang hingga pemeliharaan rutin, hanya saja membiarkannya mangkrak. Selain itu, setiap sudut sisi lantai retak, mengelupas, dan pagar keliling, pembatas pagar kawat jebol serta tiang roboh, penyangga bagian bawah besi tampak berkarat. Kemudian, engsel pintu lepas menyatu pagar keliling pembatas. Selanjutnya, sudut siku penyangga pagar pembatas keropos, maupun gawang cat mengelupas hingga kusam.

Demikian juga, sejumlah warga sekitar yang namanya enggan dipublikasikan, turut menanggapi kondisi lapangan futsal hanya dibiarkan bertahun-tahun tidak dilakukan perawatan sama sekali.

“Sudah lebih 5 (lima) tahun besi pembatas lapangan futsal roboh, sampai tertimbun tanah, dan berkarat dibiarkan tidak adanya perbaikan,” ungkap sumber.

Sementara, hanya sebuah janji yang sebelumnya dikatakan Kadisbudporapar Kota Surabaya, Dra. Wiwiek Widayati untuk menyelesaikan banyaknya lapangan futsal mengalami kerusakan.

Wiwiek berjanji akan membereskan lapangan futsal pada pagar keliling pembatas kawat, dan pengecatan yang sudah memudar berikut gawang berkarat hanyalah isapan jempol.

Sehingga sampai sekarang tidak membereskan serta menyelesaikan beberapa lapangan futsal mengalami rusak cukup lama itu.

Dalih yang dikatakannya, terkait lapangan futsal dalam kondisi rusak seperti itu, akibat faktor berada di luar (outdoor), bukan di indoor untuk lapangan futsal yang rusak. Bahkan, sebut Wiwiek, mungkin terkena sinar matahari, termasuk pagar pembatas kawat keliling lapangan futsal tampak jebol, gawang, maupun plesteran lantai akan dilakukannya pembenahan.

Akan tetapi, sangat disayangkan saat ditanya anggaran perawatan, dan pemeliharaan rutin pada lapangan futsal sudah rusak.

Kadisbudporapar Wiwiek menuturkan bahwa, tidak hafal berapa besaran anggaran dikeluarkan tersebut. Oleh karenanya, Walikota Eri Cahyadi, S.T., M.T., dan Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya, Ir. H. Armuji, M.H., untuk perlu dijadikan bahan evaluasi.

Selanjutnya, Kadisbudporapar Dra. Wiwiek Widayati dikonfirmasi kembali saat itu, sampai kini beberapa lapangan futsal mengalami kerusakan, dan tidak terawat. Melainkan pihaknya menyepelekan menganggapnya remeh. Untuk dasaran plesteran lapangan futsal nanti tinggal maintenance (pemeliharaan dan memperbaiki) saja.

“Kan, gak apa-apa ada perawatan secara rutin itu saja sih,” ucap Wiwiek dalam keterangannya.

Menurutnya, terkait masih adanya kondisi fisik lapangan futsal tidak layak, Wiwiek melempar pertanyaan dengan dalih, dari jajaran setiap kecamatan pasti ada komunikasi di sana.

“Kita optimalkan lah, komunikasi secara intensif dengan teman-teman di wilayah kecamatan,” kata Wiwiek.

Wiwiek menyebut, dengan mengetahui lapangan futsal keadaannya rusak, maka untuk dilakukan perbaikan.

“Langkah kami, akan melakukan perbaikan pada lapangan futsal,” katanya lagi.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Disbudporapar Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyampaikan pihaknya sudah melakukan perawatan pada lapangan futsal.

“Kami lakukan perawatan ya,” lontar Trio, dalam keterangannya melalui pesan singkat whatsapp beberapa hari kemarin. (uzi/yud)