Hardiknas 2026 di Sulawesi Utara, Gubernur Yulius Selvanus Gaungkan Semangat Pendidikan Untuk Masa Depan Bangsa
MANADO || Faktaperistiwanews.co –
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Sabtu (2/5/2026). Gubernur Yulius Selvanus bertindak langsung sebagai pemimpin upacara.
Kegiatan ini dihadiri para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kota Manado. Turut hadir pula sejumlah kepala sekolah serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Femmy Sulu.
Upacara dimulai pukul 07.30 WITA dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan Paskibraka, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Undang-Undang Dasar 1945. Suasana berlangsung tertib dan penuh khidmat sepanjang prosesi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang diikuti seluruh peserta upacara dengan penuh semangat. Momentum ini menjadi simbol komitmen generasi muda dalam meneguhkan nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia oleh Gubernur Yulius Selvanus. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia, serta menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.
Peringatan Hardiknas tahun ini juga menjadi refleksi untuk meneguhkan kembali tujuan pendidikan nasional, yakni membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah memaparkan lima kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kebijakan pertama mencakup pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Sepanjang tahun 2025, revitalisasi telah menyentuh 16.167 satuan pendidikan, disertai distribusi papan interaktif digital ke lebih dari 288.000 sekolah.
Kebijakan kedua berfokus pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, termasuk pemberian beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berkualifikasi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Selanjutnya, kebijakan ketiga menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik melalui pembelajaran mendalam serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Program 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan makan bergizi gratis menjadi bagian dari implementasi tersebut.
Kebijakan keempat diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM, yang turut didukung kegiatan olahraga dan seni untuk mengasah bakat siswa.
Sementara itu, kebijakan kelima menegaskan komitmen pemerataan akses pendidikan melalui pengembangan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, serta layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Usai pembacaan pidato, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada guru berprestasi dan tenaga pendidik yang telah mengabdi selama puluhan tahun.
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE berharap seluruh kebijakan yang telah dirancang dapat berjalan optimal, demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
(SWS)
