Tampa Plang Papan Proyek TPA Pembangunan Gedung Pengelolaan Sampah Tranparansi Dinas PU Dan Pemda Tana Toraja Di Pertanyakan

Tana Toraja Sulsel || faktaperistiwanews.co – Sabtu 6 Desember 2025, Proyek pembangunan Gedung pengelolaan sampah. TPA tempat pembuangan Akhir kelurahan padang iring, kecamatan Rantetayo, yang telah berjalan sekitar sebulan, menyisahkan tanda tanya besar karena tidak adanya palang papan proyek sejak awal pelaksanaan. kejadian ini membuat Dinas pekerjaan umum (PU ) dan pemerintah Daerah ( pemda) tana toraja Dikeritik keras warga dan tim investigasi media karna melanggaraturan dan mengorbankan transparansi menurut hasil pantauan di lapangan sejak proyek dimulai balan November 2025, tidak ada tanda-tanda plang papan proyek yang harus memuat informasi penting seperti nama proyek, anggaran, pelaksana kerja, jadwal penyelasaian, dan instansi pengawas.bahkan ketika ditanyai koordinator pelaksana lapangan hanya menyebutkan bahwa plang” belum tiba” dan akan dipasang saat di konfirmasi pada bulan November hingga bulan Desember 2025

” Janji yang tidak terpenuhi “tidak ada plang, tidak tahu siapa yang kerja, berapa, anggaran, dan mau dibangun apa. ini seperti proyek siluman yang di sembunyikan dari warga, “ujar warga yang enggan menyebutkan namanya. keterlambatan pemasangan plang ini dianggap jelas melanggar undang-undang no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.( KIP), yang mengaruskan pemerintah memberikan akses informasi publik secara terbuka dan muda di akses. selain itu, tampa adanya plang proyek, juga tidak jelas apa penyedia kerja telah memenuhi syarat undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja ( pasal 3), yang menuntut pemberi kerja memastikan keamanan pekerja di lokasi konstruksi. Lebih parah lagi, ketidak transparansi ini menimbulkan indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara, sesuai undang-undang no 31tahun 1999 jo, undang – undang no 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Warga dan media mempertanyakan, apakah anggaran yang di alokasikan benar- benar digunakan sesuai tujuan, ataukah ada elemen yang di sembunyikan. masalah lain yang muncul adalah kinerja pekerja yang di anggap kurang optimal. warga melaporkan bahwa tukang bangunan sering kali istirahat lebih banyak dari pada bekerja.sehingga jadwal penyelasaian proyek terancam terlewat, “proyek seharusnya cepat selesai untuk mengatasi masalah, sampah, malah terasa macet karena pekerja kurang giat. Tim investigasi media meminta dinas PU dan pemda tana toraja untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini audit di anggap penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan tidak terjadinya kerugian uang Negara.

” Kami mengharapkan tindakan cepat dari pemda dan dinas PU. jangan biarkan proyek yang seharusnya bermanfaat bagi warga malah menjadi sumber masalah karena ketidaktransparansi,” tegas media fakta peristawa. (fP News. Akurat.tegas profesional ) yang terlibat dalam investigasi.