Sidoarjo, faktaperistiwanews.co.id – Sebagai seorang pendidik di salah satu sekolah Dasar pinggiran kota Sidoarjo, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wage 1 kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Nining Nurlaili S.pd., saat ditemui awak Media FP News terkait peringatan hari Pers Nasional (HPN ) mengucapkan, “Selamat Hari Pers Nasional” Semoga sinergi yang telah terjalin selama ini antara dunia pendidikan dengan insan Pers semakin memberi makna dan merupakan jalinan hubungan yang bertujuan membentuk Simbiosis Mutualisme.
Memang saat ini Jurnalis menghadapi tantangan yang sangat berat, apalagi semakin semaraknya berita berita hoax yang didorong oleh begitu aktifnya penggunaan internet dan media sosial diseluruh pelosok negeri. Saat ini Internet bahkan telah mengerdilkan media cetak.” Terangnya. Rabo (09/02/2022)
Masih kata Nining Nurlaili, S. pd., Kenyataan ini, semakin menyedihkan jika melihat bahwa saat ini, media juga dihantam oleh tekanan lainnya, seperti penurunan peminat, terkikisnya keuntungan dan tingginya ketidak percayaan publik.
Namun, peribahasa mengatakan, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik tantangan ada kesempatan. Maka dari itu kita harus yakin dan optimis bahwa nilai berita yang benar justru dapat meningkat dengan banyaknya berita bohong sehingga jurnalis yang asli, kritis, Inspiratif dan inovatif lebih dibutuhkan orang.
Di jaman seperti ini, Jurnalisme berkualitas sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat kearah yang lebih cerdas, adil , damai dan inspiratif.
Hal ini mungkin dapat terwujud dengan media massa yang bebas, Independen dan pluralistik. Dengan kata lain Jurnalisme berkwalitas akan menjadi suatu standar dalam memasok informasi yang dapat dipercaya untuk mengelola dan pengambilan keputusan yang baik.
Tidak dipungkiri, jurnalisme berkwalitas juga membutuhkan biaya yang cukup mahal, sedangkan manfaat sosialnya tidak langsung kelihatan, terutama oleh pemilik media Yang motif politik dan bisnisnya sangat kuat. Hambatan yang paling nyata suatu media untuk mencapai standard tertinggi biasanya masalah finansial/keuangan.
Oleh sebab itu perlu adanya pendampingan informasi kepada masyarakat agar muncul kembali kebutuhan akan jurnalisme yang berkualitas secara signifikan dan mampu tumbuh dan berkontribusi untuk mencerdaskan masyarakat. Pungkasnya.(Bry)






