SURABAYA // faktaperistiwanews.co – Ribuan warga Kota Surabaya memadati area cagar budaya Lodji Besar untuk menyerbu layanan kesehatan gratis serta pesta kuliner rakyat, Sabtu (4/7/2026). Rangkaian aksi sosial kemanusiaan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini digelar oleh Lazismu dalam rangka memperingati Milad ke-24 dengan mengusung tagline utama “Zakat Semakin Berdampak Nyata”.
Sejak pagi hari, panitia telah menyiagakan posko pemeriksaan kesehatan gratis di sekitar Jalan Makam Peneleh No 44. Menggunakan penataan posko yang ramah warga, tim medis melayani pengecekan tensi darah serta konsultasi kesehatan cuma-cuma bagi para lansia. Selain jaminan layanan medis dasar, panitia menyerahkan bantuan paket sembako dan santunan tunai secara langsung kepada ratusan keluarga dhuafa serta anak yatim yang tinggal di kawasan pemukiman padat Peneleh.
Sebelum pesta rakyat dimulai, agenda ini dibuka dengan kegiatan jalan sehat bertajuk Fun Walk for Philanthropy in Historical Area pada pukul 08.00 WIB. Diikuti oleh puluhan peserta, rute jalan sehat ini menyisir jejak sejarah pra-1916 di Kampung Peneleh, mulai dari tempat lahirnya Bung Karno di Jalan Pandean IV, rumah kediaman HOS Cokroaminoto, hingga petilasan para tokoh pergerakan nasional lainnya. Kelompok peserta ini menyimak paparan sejarah dari Perkumpulan Begandring Soerabaia sebelum akhirnya melebur dengan ribuan warga yang sudah menunggu di Lodji Besar pada pukul 10.00 WIB.
“Kegiatan hari ini adalah gabungan antara napak tilas sejarah perjuangan bangsa dan aksi kemanusiaan. Kami sengaja menyiapkan seribu porsi bakso gratis lewat rombong makanan yang disediakan di lokasi, dan alhamdulillah tanggapan masyarakat sekitar sangat antusias mengikuti acara ini sampai akhir,” kata Ketua Lazismu Jawa Timur, H. Imam Hambali, M.SEI.

Imam Hambali menambahkan, aksi sosial ini diharapkan mampu mengedukasi publik agar menjadikan budaya memberi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. “Kami berharap memberi, memberi, dan memberi itu bisa menjadi lifestyle kita bersama, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Sebab pada dasarnya, membantu orang lain itu adalah membantu diri kita sendiri,” imbuhnya.
Kemeriahan pesta rakyat ini ditutup dengan pengajian umum yang dipimpin oleh Dr. Muhammad Sholihin, MPSDM. Dalam ceramahnya yang membuat ribuan pengunjung bertahan di lokasi, ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dan kepatuhan terhadap perintah agama dalam hal tolong-menolong. Merujuk pada hadis sahih, ia mengingatkan bahwa Allah SWT tidak akan menolong seorang hamba jika hamba tersebut enggan membantu sesamanya yang sedang mengalami kesulitan.
Acara yang berlangsung tertib ini mendapat dukungan penuh dari jajaran mitra strategis, termasuk KB Bank Syariah, RSU PKU Muhammadiyah Surabaya, dan Bank Muamalat. Di lokasi acara, sejumlah petugas juga bergerak membawa megafon guna mengampanyekan gerakan “Ayo Zakat dan Infak” kepada masyarakat luas.(Wjy)





