Panggil Guru hingga Tenaga Kesehatan, Bupati Takalar Daeng Manye Tekankan Pelayanan 5S

Redaksi FP News
3 Min Read

Takalar || faktaperistiwanews.co – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada seluruh aparatur pemerintah daerah. Penegasan itu disampaikan saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye memanggil satu per satu perwakilan unsur pelayanan publik, mulai dari guru, tenaga kesehatan hingga pejabat struktural. Pemanggilan itu dilakukan untuk menekankan penerapan budaya pelayanan 5S dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Apel gabungan berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, sekitar pukul 07.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin, Sekretaris Daerah Achmad Rivai, para staf ahli, asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Takalar.

Turut hadir kepala bidang, kepala seksi, kepala puskesmas, kepala sekolah SD dan SMP, serta seluruh ASN dan staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.

Sebelum apel dimulai, Daeng Manye melakukan pengecekan langsung terhadap kehadiran peserta berdasarkan barisan masing-masing OPD. Kegiatan kemudian diawali dengan yel-yel penyemangat untuk membangun semangat kerja aparatur.

Dalam amanatnya, Daeng Manye menekankan pentingnya kedisiplinan ASN serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja.

Menurut dia, apel gabungan bulanan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana komunikasi antara pimpinan daerah dan seluruh jajaran pemerintahan.

“Apel gabungan ini kita laksanakan sekali dalam sebulan. Bagi saya, ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan sarana dan media saya selaku Bupati untuk sharing informasi dan isu-isu utama yang terjadi, untuk selanjutnya dilaksanakan sampai ke tingkat bawah,” ujar Daeng Manye.

Dia juga berharap tingkat kehadiran ASN pada apel gabungan berikutnya semakin maksimal. Dengan demikian, seluruh arahan terkait kebijakan pemerintahan dan pembangunan dapat diterima langsung oleh setiap jajaran.

Selain kedisiplinan, Bupati Takalar turut menyoroti penerapan program Layanan Sepenuh Hati 5S sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Program tersebut mengedepankan lima budaya pelayanan, yakni Senyum, Salam, Sapa, Santun, dan Solusi.

“Beberapa hari yang lalu, saya telah melaunching Layanan Sepenuh Hati 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Santun, dan Solusi. Penerapan layanan ini untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat, memberikan pelayanan yang cepat dan memberikan solusi jika masyarakat mengalami kendala dalam mengurus sesuatu,” tegasnya.

Daeng Manye meminta seluruh ASN menjadikan budaya 5S sebagai bagian dari keseharian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, santun, serta tidak sekadar menjalankan prosedur administrasi, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Penerapan budaya pelayanan tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan sekaligus membangun kepercayaan terhadap kualitas pelayanan publik.

Amanat Bupati Takalar berlangsung sekitar satu setengah jam dan ditutup dengan doa bersama. Apel gabungan berlangsung tertib hingga berakhir sekitar pukul 09.02 WITA.

(Rahman)

Share This Article