Makassar // faktaperistwa.news.co – Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan penelitian dibawah Program Riset Keilmuan dengan skema riset mandiri Dosen. Penelitian ini merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan T.A. 2021-2022.
Tim penelitian diketuai oleh Dr. Salma Samputri, M.Pd dengan dua anggota dosen yaitu Rifda Mardian Arif, S.Pd., M.Pd dan Dr. Nurhayani Haji Muhiddin, M.Si. Selain itu Tim penelitian ini juga melibatkan lima Mahasiswa diantaranya Muthiah AT, Rini Yunita Rahman, Elvita, Bietnaryen Virgonius Banga, dan Rifky M Fahrezy, dimana kegiatan ini terintegrasi dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kemendikbudristek, yang telah dilaksanakan mulai dari Bulan Januari hingga Bulan Juni kemarin.

Salma Samputri yang akrab disapa Ibu Tri selaku ketua penelitian, menjelaskan bahwa penelitian yang dilaksanakan terkait peningkatan kompetensi peserta didik dengan penerapan lembar proyek berbasis science, environment, technology and creativity (scientechvity) dalam pembelajaran IPA. “Lembar proyek yang dikembangkan mendukung pembelajaran berbasis proyek di kelas. Untuk pelaksanaan pengembangan lembar proyek ini masuk ke dalam Research and Development (penelitian dan pengembangan) pelaksanaannya pun bertahap. Pertama di uji coba dalam 1 Sekolah kemudian ketika hasilnya bagus, dicoba di 1 sekolah, lalu di beberapa Sekolah sehingga semakin luas“ jelasnya.
Penelitian dilaksanakan pada 5 sekolah yang merupakan mitra hibah penelitian yaitu SMP Islam Terpadu Al-Azhar 24 Makassar, SMP Islam Terpadu Al-Biruni Mandiri Karantina Makassar, SMP Kristen Kalam Kudus Makassar, SMP Nasional Makassar dan SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan dan 5 sekolah tersebut terakreditasi A.

Dengan menerapkan lembar proyek di kelas, penelitian ini menemukan terjadi peningkatan hasil belajar serta keterampilan pemanfaatan lingkungan siswa, dimana tingkat minat dan semangat peserta didik dapat terlihat disaat pelaksanaan pembuatan produk yang berbasis Scienctechvity. ( LiL/Jaya )







