Terkait Pasar Turi Baru, Kadinkop UKMDag Surabaya: Pembongkaran Setelah Pedagang Masuk Dahulu
Surabaya, faktaperistiwanews.co.id – Berbagai kesiapan menjelang di bukanya Pasar Turi Baru di Surabaya, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkop UKMDag) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan peninjauan dan pengecekan sarana prasarana.
Pengecekan tersebut menuju pada bagian semua lantai, diantaranya, lantai LG, lantai G, lantai 1, lantai 2, lantai 3, lantai 4, dan lantai parkir yakni, lantai 5, lantai 6, dan lantai 7.
“Tujuan ini merupakan demi mempercepat pengecekan, maka setiap lantai kami cek ulang,” ujar Kadinkop UKMDag Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, S.E., M.M., dijumpai di Balai Kota Surabaya, Jum’at (4/3/2022).
Menurutnya, ada sebagian pedagang sudah masuk pada Pasar Turi Baru ini. Namun, jika yang berada di bawah itu sebetulnya pedagang lama Pasar Turi Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sedangkan, di lantai 3, dan lantai 4 merupakan pedagang baru.
“Jadi, mereka pedagang ini sudah masuk di Pasar Turi Baru, maka seharusnya faham akan kondisi di situ,” ujar Fauzie Mustaqiem Yos.
Demikian, dikatakan kembali, target dalam perbaikan penyelesaian pada Pasar Turi Baru aka ditargetkan sekitar 22 Maret 2022 mendatang. Begitu pula, lanjutnya, saat pembongkaran TPS menunggu kalau par pedagang sudah masuk semua ke Pasar Turi Baru, barulah di bongkar.
“Iya, kami bongkar setelah pedagang masuk terlebih dahulu di Pasar Turi Baru, kalau sebelum itu dilakukan pembongkaran, di khawatirkan nanti ada timbul konflik,” tutur Yos.
Berbagai antisipasi pun dilakukan terhadap pedagang berada di TPS lama. Bilamana tidak atau kurang berkenan masuk ke stand Pasar Turi Baru, maka alasannya mereka tidak mau itu apa?, Karena, Yos menyebut bahwa, sebagian besar mereka pedagang berkenan untuk masuk ke stand Pasar Turi Baru tersebut.
“Menurut kami, sebagian besar mereka sangatlah setuju ya, sebab kami sudah komunikasikan bersama 9 paguyuban, dan masing-masing koordinator para pedagang TPS Pasar Turi lama, serta mereka sudah sepakat,” ungkapnya.
Yos menyatakan, kalau soal harga stand mereka tidak keberatan, cuma para pedagang ini tetap meminta hitungan harga pada 11 (sebelas) tahun yang lalu saar Pasar Turi lama tersebut.
“Harga sewa stan pada Pasar Turi Baru sekitar Rp. 1 juta per stand, dalam per tahunnya. Kalau memberatkan, kami rasa tidak ya, mengapa demikian, coba bisa dibagi saja untuk harga sewa stand Rp. 1 juta selama 12 bulan atau per tahun. (vn)
