Sosialisasi Stop bullying Siswa Baru MPLS SMP YPM 3 Taman Sidoarjo

720

Sidoarjo || faktaperistiwanews.co – Tingginya angka kekerasan dan eksploitasi seksual di Ranah Daring digitalisasi adalah salah satu hal yang melatarbelakangi kegiatan pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual di Ranah Daring digitalisasi. Dalam pelatihan yang akan selenggarakan ini, diharapkan sekolah sebagai satuan pendidikan dan salah satu garda terdepan dalam hal pemenuhan hak pendidikan untuk anak-anak menjadi salah satu pihak yang mampu mencegah sekaligus melakukan penanganan awal ketika terjadi kasus kekerasan dan eksploitasi seksual di Ranah Daring.

Maka saat diselenggarakannya kegiatan mpls di SMP YPM 3 taman sidoarjo, tanggal 18 Juli 2024, pihak sekolah juga memberikan pengarahan dan sosialisasi mengenai bahaya medsos di internet bagi siswa baru, yaitu OCSEA (Online Child Sexual and Abuse) .

” Adapun jenis jenis OCSEA yaitu kekerasan/eksploitasi anak, grooming online, sexting, pemerasan seksual/sextorting, streaming langsung, dan cyber-bullying .yang intinya yaitu kekerasan sexual ,eksploitasi, serta bullying terhadap anak anak di dunia digital. Hal tersebut disampaikan oleh Annisa Taqwa Zazi Muslim, S.Psi.,M.Si nara sumber dari Plato Foundation yang di ikuti oleh sekitar 300 siswa baru.

Saat dikonfirmasi ke nara sumber setelah acara sosialisasi, “bahwa harapannya agar anak anak lebih waspada terkait dengan pergaulan di dunia internet, karena saat ini anak anak banyak menggunakan dunia maya dalam berkomunikasi melalui media sosial. yang kegunaannya tidak hanya bermanfaat dalam menyerap informasi ilmu pengetahuan, tapi juga berpotensi negatif ,termasuk kekerasan seksual dan bullying , dan di acara sosialisasi ini tujuannya agar mereka tau apa itu OCSEA itu apa saja, serta paham akan jenis jenisnya dan bagaimana cara antisipasi dan pencegahannya”.

Acara sosialisasi OCSEA tersebut berjalan dengan baik serta di sambut penuh antusias oleh para siswa baru MPLS SMP YPM 3 Taman Sidoarjo beserta para guru dan staf sekolah, ini di buktikan dengan adanya pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh nara sumber yang bisa dijawab oleh para siswa baru dengan baik (ysf)