Surabaya || faktaperistiwanews.co – Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Sosialisasi Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V) di tahun 2022.
Layanan ahli bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknik (Kemendikbudristek) RI tersebut mengadakannya bertujuan bahwa, agar bahasa Indonesia harus dikembangkan sesuai penggunaan, ataupun pemakaiannya.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., mengatakan untuk sosialisasi EYD V, pihaknya meminta kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI dapat diberikan kesempatan dengan menghadirkan peserta secara luring.
“Ini upaya kita agar bahasa Indonesia lebih bermartabat dan modern lagi. Sehingga, selalu ada pemutakhiran,” ujar Umi Kulsum, kepada faktaperistiwanews.co di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (23/11/2022).
Dari sisi kamus besar, disampaikan kembali, agar sisi kaidah maupun ejaan dapat dikembangkan. Oleh karena itu, Umi Kulsum berharap upaya peran serta masyarakat harus mengetahuinya.
“Tak hanya itu saja, peranan insan pers, guru, akademisi, dan praktisi, harus tahu dalam berubahnya terhadap ejaan tersebut,” pintanya.
“Kegiatan ini, merupakan upaya kami agar masyarakat supaya mengetahui terkait perubahan sudah dilakukan dengan ejaan yang sempurna,” tambah Umi Kulsum.
Dia mengungkapkan, ejaan disempurnakan meliputi, ada penambahan kaidah baru, bahkan perubahan lain dari segi penyajian, dan sisi contoh yang diberikan, hingga penambahan diakomodasi supaya pengguna bahasa Indonesia lebih mudah dalam menulis.
“Terutama kita tahu ya, ejaan itu dengan bahasa tulis,” terang dia.
Umi Kulsum kembali berharap, bagi peserta yang hadir pada kegiatan ini untuk dapat menyampaikan kepada kolega, dan kerabatnya. Adapun juga guru, bisa menyampaikannya ke siswa-siswi.
“Total yang hadir berjumlahkan ada 100 peserta. Kami sarankan dari asosiasi guru bahasa Indonesia, mereka kan punya keanggotaan. Jadi, semua bisa tersebarkan tentang sosialisasi tersebut,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, sambung Umi Kulsum, dengan sosialisasi ini dapat bisa menjadikan kepanjangan tangan kami, hingga dapat bermanfaat disampaikan kepada orang lain.
“Termasuk kepada media, kami mohon agar sosialisasi menjadikan publikasi atau informasi bagi masyarakat bahwa bahasa Indonesia sudah mempunyai ejaan yang sudah disempurnakan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, MP., M.Pd., juga menilai, bahwa segi kegiatan sosialisasi seperti ini sangatlah penting. Karena, menurut dia, berdasarkan faktual di lapangan sebagai bangsa, mestinya mahir, dan sekaligus harus menguasai berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
“Itu masih perlu penguatan. Seperti contoh, kita sering menjumpai kepada bagian persuratan, masih banyak yang belum menguasai kaidah bahasa Indonesia,” paparnya.
Maka itu, Tirto bilang, bagaimana sistem penggunaan huruf kapital, huruf kecil, tanda koma, dan tanda titik, perlunya memperhatikan.
“Sekali lagi, dengan diadakan sosialisasi ini kita semua bisa di imbaskan ke semua kalangan,” pungkasnya. (uzi)





