DaerahNews

Sampah Cemari Gunung Pawitra: Jalur Pendakian via Jolotundo Dipenuhi Limbah Pendaki

Share
Share

Mojokerto || Faktaperistiwanews.co – Keindahan Gunung Penanggungan, atau yang akrab dikenal sebagai Gunung Pawitra, mulai ternodai. Jalur pendakian via Jolotundo yang selama ini dikenal sebagai jalur spiritual dan historis, kini dipenuhi tumpukan sampah yang berserakan. Limbah plastik, botol minuman, hingga kantong makanan ringan tampak mengotori jalur pendakian, terutama setelah Candi Wisnu hingga puncak Pawitra.
Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah pendaki yang baru saja menikmati keindahan Gunung Pawitra. Salah satunya, Budi Rehabianto, pengunjung asal Kota Surabaya yang melakukan pendakian pada 28 hingga 29 Juni 2025. Ia menyayangkan banyaknya sampah yang mengganggu pemandangan dan merusak citra kawasan konservasi yang semestinya dijaga kelestariannya.
“Setelah melewati Candi Wisnu, tumpukan sampah mulai terlihat. Sampai mendekati puncak, botol plastik dan kantong makanan tersebar begitu saja. Sangat disayangkan, karena jalur ini punya nilai sejarah dan spiritual,” ujar Budi saat diwawancarai, Minggu (30/6/2025).


Gunung Penanggungan dikenal sebagai salah satu gunung keramat yang dipenuhi situs peninggalan zaman Majapahit. Jalur via Jolotundo menjadi favorit karena menyuguhkan pemandangan candi-candi seperti Candi Bayi, Candi Putri, dan Candi Wisnu yang sarat nilai sejarah. Namun, keindahan itu kini tercoreng oleh perilaku pendaki yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan data dari penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Surabaya (2023), mayoritas sampah di jalur pendakian Gunung Penanggungan terdiri dari botol plastik (30,5%), disusul sampah makanan instan dan kemasan lainnya. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Penanggungan, tetapi menjadi pola umum di berbagai jalur gunung di Indonesia, termasuk Gunung Andong dan Rinjani.
Dalam laporan terpisah oleh Mongabay Indonesia, disebutkan bahwa volume sampah di jalur pendakian Gunung Rinjani mencapai lebih dari 12 ton hanya dalam waktu tujuh bulan. Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan jalur pendakian masih jauh dari kata ideal, dan Penanggungan mengalami tantangan serupa.
Pengamat lingkungan dan pegiat pendakian menyebut kondisi ini sebagai akumulasi dari minimnya kesadaran pendaki dan lemahnya pengawasan pengelola jalur. Selain itu, tidak adanya fasilitas penampungan sampah sementara, serta tidak diberlakukannya aturan “bawa turun sampah sendiri” secara ketat, memperparah keadaan.
Rekomendasi dan Tindakan yang Perlu Didorong:

  1. Penerapan aturan “pack in, pack out” secara tegas bagi seluruh pendaki. Petugas pos pendakian harus memeriksa barang bawaan masuk dan keluar.
  2. Sosialisasi berkala dan edukasi bagi pendaki melalui briefing atau media visual di basecamp.
  3. Penempatan fasilitas kantong sampah sementara di pos-pos tertentu agar tidak semua sampah dibuang sembarangan.
  4. Pelibatan komunitas lokal dan relawan untuk melakukan kegiatan bersih gunung secara rutin.
  5. Pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu lokal, agar mereka dapat menjadi agen perubahan perilaku pendaki.

Gunung Pawitra tidak hanya menyimpan nilai estetika, tetapi juga nilai spiritual dan sejarah yang mendalam. Jika pencemaran seperti ini terus dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi juga warisan budaya yang terancam hilang maknanya.
Pendakian yang seharusnya menjadi momen refleksi dan kedekatan dengan alam, justru berakhir meninggalkan jejak merusak. Sudah saatnya semua pihak—baik pendaki, pengelola jalur, maupun pemerintah daerah—bersinergi dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Penanggungan.
“Kita tidak sedang menaklukkan alam, tetapi sedang diuji bagaimana menjaganya,” tutup Budi, menegaskan pesan moral dari setiap perjalanan ke puncak. ( Wjy )

Share
Related Articles
NewsTokoh

Dede Farhan Aulawi Bicara Melodi Kehidupan untuk Negeri

Bandung || faktaperistiwanews.co - “ Kehidupan adalah sebuah melodi panjang yang tersusun...

NewsTokoh

Rahasia Peninggalan Aset Nusantara

Oleh : Dede Farhan Aulawi Bandung || faktaperistiwanews.co - Nusantara memiliki warisan...

NewsTokoh

Harapan Masyarakat dan Amanah Tuhan di Pundak Kapolri Baru

Oleh : Dede Farhan Aulawi Bandung || faktaperistiwanews.co - Pergantian pucuk pimpinan...

DaerahMusic

AMI GELAR AKSI DEMONSTRASI, DESAK PENEGAKAN HUKUM ATAS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG MELIBATKAN 3 ANGGOTA DPRD DARI PARTAI GERINDRA

SURABAYA || faktaperistiwanews.co, 1 Oktober 2026 — Aliansi Madura Indonesia (AMI) kembali...