Rapat koordinasi dan konsolidasi Pemuda Muhammadiyah Surabaya ” Satu Baris Satu Garis Pemuda Muhammadiyah Mbangun Suroboyo”

562

Surabaya| | faktaperistiwanews.co – Tanggal 15 Agustus 2024, tepatnya di gedung lantai 4 the Millenium Building Mudipat, Pukul 19.00 sampai selesei , Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya mengadakan pertemuan dalam rangka koordinasi dan konsolidasi dengan para Pemuda Cabang di seluruh wilayah Kecamatan di Surabaya, Ratusan Kader Muhammadiyah menghadiri pertemuan tersebut, sekaligus mempererat tali silaturahmi sesama Kader Pemuda Muhammadiyah. Momen ini juga menjadi Sikap Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi kondisi Kota surabaya menjelang PILKADA serentak yang dilaksanakan tanggal 27 November 2024. Dalam pertemuan tersebut juga hadir 2 perwakilan dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Cak Ros dan Cak Dulloh , sapaan akrab bagi Pemuda Muhammadiyah Surabaya untuk ke dua orang tersebut

Saat di konfirmasi usai sambutan, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya, Alfianur Rizal , M.Pd mengatakan bahwa PDPM Kota Surabaya, mengambil langkah konsolidasi organisasi dan rapat koordinasi bersama Pimpinan Pemuda Cabang Se- Kota Surabaya. Tujuannya adalah melaksankan, utamanya silaturahmi, untuk menyatukan semangat Teman teman pimpinan Cabang Pemuda Muhammdiyah Se -Kota Surabaya, dan juga melaksanakan konsolidasi organisasi, mengkomunikasikan agar segera melaksanakan musyawarah cabang bagi yang belum, pengukuhan bagi yang telah melaksanakan Musyawarh Cabang, dan agenda yang tidak kalah penting, diskusi bersama guna mampu menjawab momen politik PILKADA serentak Di Kota Surabaya tahun 2024, karena merujuk dari Keputusan Muktamar Pemuda Pusat Muhammadiyah XVII di Balikpapan mengenai Pemuda Negarawan melalui pilar politik kebangsaan, bertujuan untuk mengambil ruang ruang politik kebangsaan, menjadi warna pada momentum politik di kota Surabaya, dan Jawa Timur, dalam konteks fenomena PILKADA 2024. Sikap Politik Kebangsaan adalah mampu memberikan pandangan pandangan moral bagaimana menjalankan kepemimpinan politik di negara ini, sehingga Pemuda Muhammadiyah Surabaya tidak ingin ketinggalan momentum untuk memberikan peran peran moralnya terhadap pembangunan negara ini, diantaranya dalam PILKADA , mengenai penentuan sikap, Pemuda Muhammadiyah saat ini masih wait and see ,masih membaca, dengan melakukan riset, analisis kondisi politik di Jawa timur , terutama Surabaya saat ini, menerima masukan dan tanggapan dari gress road Pemuda Muhammadiyah tingkat cabang , sehingga PDPM bisa memberikan solusi, pandangan untuk sikap sikap politik kebangsaan, karena bagaimanapun juga menjadi tanggung jawab moral Pemuda Muhammadiyah Surabaya untuk berperan aktif dalam pembangunan kota Surabaya, serta juga bisa menjadi keterwakilan aspirasi warga Muhammadiyah se- kota surabaya.

“Sudah saatnya Pemuda Muhammadiyah kembali kepada hasil mukhtamar Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan,terkait dengan manifesto pemuda negarawan, salah satu dari 4 pilar Pemuda Negarawan adalah politik kebangsaan, selain konsolidasi internal organisasi ,Pemuda Muhammadiyah kota Surabaya juga melakukan persiapan menghadapi Pilkada serentak, agar tidak transaksionalis sebagai insan Pemuda Muhammadiyah, maka atas perintah Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur memberikan arahan, terkait bagaimana politik kebangsaan Pemuda Negarawan, salah satunya nilai argumentasi yang ditawarkan yaitu nilai keislamanan dan kemuhammadiyahan. tidak melulu transaksional dan pragmatisme yang saat ini sangat kental di ruang ruang politik , itulah yang menjadi ideologi dasar Pemuda Muhammadiyah dalam mengisi ruang ruang publik. dan insha Allah hari ini agenda utama Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia adalah berlomba lomba merebut ruang publik untuk menghadirkan syiar keislaman dan kemuhammdiyahan”. Tutur Abdullah As Syi’ Abul Huda, S.Sos., M.Sos, Wakil ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammdiyah Jawa Timur, saat dimintai keterangan,disela sela pertemuan.

Dalam Acara Pertemuan Konsolidasi dan koordinasi Pemuda Muhammadiyah Se – surabaya, Achmad Rosyidi, S.HI yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum PWPM Jawa Timur juga mengatakan bahwa, Pemuda tidak boleh takut dalam berbuat, salah tidak apa lebih baik menghabiskan kesalahan saat muda sehingga nanti akan berpikiran dewasa pada saat usia matang,Gagal coba lagi salah perbaiki, dan saat PDPM periode sebelumnya telah memulai komunikasi yang baik dengan berbagai pihak untuk mencoba memgambil peran dalam ruang publik sehingga pada periode ini harus mampu untuk memainkan peran itu.
Seluruh PCPM diharapkan dalam satu barisan PDPM dalam rangka mensukseskan PILKADA serentak. (Wjy)