Surabaya || Faktaperistiwanews.co – Malam 19 Agustus 2025 menjadi momen bersejarah bagi Perguruan Pencak Silat Poras Brawijaya. Bertempat di Sekretariat Pusat Jalan Raya Tandes Lor 1A/6, Surabaya, digelar pelantikan pelatih baru sekaligus pengesahan struktur organisasi periode 2025–2030.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina, Drs. Erwondo Hadi Pramono, M.M., bersama jajaran pengurus dan puluhan pelatih. Dalam sambutannya, Erwondo menegaskan bahwa pelantikan ini adalah langkah penting untuk memastikan regenerasi yang sehat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengakuan bahwa para siswa yang telah menempuh proses panjang kini dipercaya menjadi pelatih. Kita ingin melahirkan pelatih yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berakhlak mulia dan beradab baik. Itulah makna sejati jiwa satria pencak silat.
Kami berharap dengan pengurus baru ini, Poras Brawijaya semakin solid, tumbuh profesional, dan suatu saat mampu dikenal di tingkat nasional. Struktur ini sah secara de facto dan de jure, dan menjadi fondasi kuat untuk menatap masa depan. Dengan mengacu pada aturan resmi pencak silat serta Undang-Undang olahraga dan kebudayaan, kami ingin Poras Brawijaya berdiri sebagai perguruan yang menjaga warisan leluhur sekaligus mencetak generasi muda tangguh,” ujar Erwondo.
Dalam kepengurusan baru yang dilantik, posisi Ketua Umum diamanahkan kepada Yusuf Dwipa Wijaya, S.E., didampingi M. Baharuddin Yusuf sebagai Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pelatih. Susunan pengurus diperkuat dengan Dian Hariyanto sebagai Sekretaris Umum, Hanna Elok Prahaswi, S.E. sebagai Bendahara Umum, serta bidang-bidang penting yang diisi oleh Moch. Malik Dinar A.P., S.Pd. (Organisasi & Eksternal), Herdy Ardiansyah (Teknik & Internal), dan Fajar Hardianto (Umum). Sementara itu, Muhammad Fikri, S.Pd.I. dipercaya menjadi Sekretaris Dewan Pelatih, serta koordinator latihan di berbagai sekolah dipegang oleh Joni Pranata (SMPN 25), Raul Hafizz Sukur (SMPN 10), Moch. Malik Dinar A.P., S.Pd. (SMP Rahmat), dan M. Baharuddin Yusuf (SD Tanwir).

Poras Brawijaya sendiri berdiri sejak tahun 1985 atas prakarsa almarhum H. Herman Sugito. Nama Poras merupakan singkatan dari Perkumpulan Olahraga Silat Binaraga Jiwa Wirajaya. Sejak awal, Poras aktif dalam IPSI Surabaya dan berkomitmen melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya.
Pelantikan ini memperkuat posisi Poras Brawijaya dalam menjalankan pembinaan sesuai aturan pencak silat resmi, yang menekankan sportivitas, teknik sah (pukulan, tendangan, jatuhan, kuncian), serta larangan keras tindakan membahayakan lawan. Landasan hukumnya termaktub dalam UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang memberi mandat pembinaan olahraga prestasi secara berjenjang, serta UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mengakui pencak silat sebagai warisan budaya dunia.(Ysf)








