Pemerintah Desa Semambung Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Gebyar Ruwat Desa

485

SIDOARJO || faktaperistiwanews.co – Memasuki bulan Ruwah, yang bermakna ruwatan atau pembersihan, masyarakat menyambutnya dengan suka cita. Ruwah Desa berasal dari kata dalam Bahasa Jawa,”Ruwah atau Ruwat yang berarti memelihara, memperingati, dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, sedangkan “Desa” yang berarti wilayah yang dipimpin oleh Kepala Desa dan Ruwah Desa sendiri merupakan sebuah tradisi yang masi ada hingga saat ini dimana tradisi ini merupakan tradisi turun temurun dari “Sang Babat Alas atau Sing Mbangun Desa,” Sabtu, 22/02/2025.

Pemerintah Desa pun turut berperan aktif dalam menyemarakkan bulan Ruwah dengan menggelar sedekah bumi serta meramaikan kegiatan seperti, Tumpengan, Pengajian/Sholawatan, pesta karnaval budaya dan pagelaran wayang kulit sebagai-bagian dari tradisi budaya Jawa. Memperingati Ruwah Desa atau bisa dikatakan Sedekah Bumi mengingat kepada leluhur dulu yakni, dengan diselenggarakan gebyar acara oleh swadaya masyarakat yang menjadi bukti nyata betapa rasa kebersamaan dan semangat gotong royong dimiliki warga Desa Semambung. Dengan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat , pastinya acara tersebut akan menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kebangkitan semangat komunitas.

Sebagai puncak dari perayaan yang akan hadir pagelaran wayang kulit menjadi pilihan sangat tepat, karena menampilkan seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan mengunggah kesadaran kolektif dengan pentingnya menghormati tradisi. Dalam sedikit cerita kepercayaan dan Satra Jawa wayang kulit diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang merupakan sebagai anggota Wali Songo dan merupakan keturunan Bangsawan Ponorogo, Arya Wiraraja. Sunan Kalijaga juga menambahkan karakter-karakter baru seperti, Punakawan yang terdiri atas Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng.

Wayang berasal dari kata”Ma Hyang” yang artinya menuju kepada roh spiritual, Dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabarata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, Ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji, maupun kisah Rohani dari agama Islam, Kristen, Hindu,dan Budha itulah sedikit singkat cerita pewayangan.

Salah satu Desa yang masi melestarikan tradisi ini adalah Desa Semambung Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Desa ini menggelar, Sholawatan/ Pengajian serta pentas seni budaya seperti, Karawitan Dangdut campursari dengan artis cantik pilihan dan pagelaran wayang kulit.

Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo bale Desa Semambung. Dengan penuh semangat dan antusias seluruh warga Desa Semambung beramai-ramai memadati jalan, juga pendopo bale desa dengan penuh warga yang hadir untuk melihat, dan menyaksikan acara pentas seni Dangdut karawitan juga pagelaran wayang kulit dengan Lakon,”Pandawa Kumpul,” serta Dalang Ki Warsono Hendro B, S. Sn, dan Ki David Gondo Mulyo, S.Sn. dari Jombang dalam rangka Ruwat Desa Semambung.

Acara ini dihadiri oleh, Kepala Desa Semambung, Ibu Windy Kusumaning Tyas S.Pd, seluruh perangkat desa, BPD, LPMD Babinsa, Bhabinkamtibmas, kerabat Bapak Kepala Desa lainnya, Ketua RW, Ketua RT, Sesepuh Desa dan tamu undangan lainnya

Dalam sambutannya, Ibu Kepala Desa, mengucapkan terima kasih pada seluruh panitia atas terlaksananya kegiatan ruwat desa. Ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Ruwat desa ini merupakan salah satu untuk melestarikan tradisi masyarakat dan warisan leluhur kita. Dengan ruwat desa ini kita bisa memupuk silaturahmi kebersamaan dan kekompakan dilingkungan masyarakat untuk membangun desa ini, Ucapnya.

“Sebagai bangsa yang besar, hendaknya kita tetap menjunjung dan melestarikan tradisi pendahulu sebagai nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian kegiatan yang dilakukan Desa Semambung dalama acara ruwat desa, paparnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk ngruwahi, nyelameti, memohon doa keselamatan dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia khususnya warga Desa Semambung supaya desa ini dijauhkan dari balak agar desa bisa jadi aman, damai tentrem, guyup rukun dan sejahtera, Jelasnya.

Acara ini diwarnai dengan pembagian beras dengan melalui undian. Inti dari pembagian undian berupa beras ini adalah untuk seluruh warga Desa Semambung yang secara rutin dalam pembayaran Pajak Daerah atau PBB setiap tahun dilakukan bersamaan dengan kegiatan Ruwat Desa Semambung.

Untuk pengambilan undian diambil sebanyak 100 orang warga Desa Semambung mendapat beras sebesar 5 Kg Dan untuk yang Lima orang hadiah utama sebesar 25 Kg. Dengan sangat bahagia dan senangnya para warga Desa Semambung yang mendapat hadiah beras tersebut.

Salah satu warga yang tidak bisa disebutkan namanya saat bertemu dengan awak media mengatakan, sangat senang sekali dengan kegiatan ruwat Desa kita ini apalagi ada hiburannya seni dangdut, campur sari dengan artis penyanyinya cantik dan juga ada pagelaran wayang kulit , “ya mudah-mudahan di tahun yang akan datang lebih meriah lagi acaranya juga hadiahnya lebih banyak lagi dan Desa Semambung tetap maju, jaya dan sejahtera begitu juga buat Ibu Kepala Desa tetap semangat dan peduli pada warga Desa Semambung Sukses buat Ibu Kepala Desa Semambung,” Demikian Pungkasnya. (jw)