Surabaya || faktaperistiwanews.co – Pertemuan rutin dua bulanan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Surabaya yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 Warugunung, Karang Pilang, Sabtu (31/1), menjadi momentum krusial untuk mempererat simpul persaudaraan. Dihadiri sekitar 40 personel lintas generasi, acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret menghidupkan kembali roh perjuangan Kokam. Komandan Senior, Komandan Asad, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari pilar keempat “Kokam Berkemajuan”, yakni jiwa korsa dan persahabatan, yang menjadi fondasi utama dalam menjaga aset persyarikatan serta mengawal para tokoh Muhammadiyah di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Semangat ini sejalan dengan sejarah berdirinya Kokam pada 1 Oktober 1965 di Jakarta. Kala itu, Kokam lahir sebagai respons cepat pemuda Muhammadiyah dalam menjaga kedaulatan NKRI dan membendung ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Sejarah mencatat bahwa Kokam adalah simbol ketegasan yang dibungkus dengan ketulusan pengabdian. Dalam konteks modern, riset dari Journal of Social Dynamics menunjukkan bahwa komunitas yang memiliki ikatan emosional dan solidaritas kelompok yang tinggi cenderung lebih resilien terhadap konflik internal dan mampu memberikan kontribusi sosial yang lebih berdampak bagi lingkungan sekitarnya.

Pertemuan ini juga menjadi ajang transfer nilai antara Kokam Senior dan Junior. Komandan Mulyono dalam arahannya mengingatkan agar anggota muda tidak mudah terombang-ambing oleh isu-isu yang dapat memecah belah organisasi. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Kokam bukan terletak pada atribut yang dikenakan, melainkan pada kesatuan langkah dan pikiran. Motivasi ini diharapkan mampu membakar semangat para anggota untuk terus berkhidmat, terlebih dengan teladan dari para senior seperti Komandan Asad yang kini juga mendedikasikan dirinya sebagai penggerak pilar kedermawanan masyarakat di Surabaya.
Sebagai langkah berkelanjutan, agenda silaturahmi ketiga telah direncanakan akan digelar di Cabang Sukolilo bertepatan dengan momen Halalbihalal Idulfitri mendatang. Melalui konsistensi ini, Kokam Surabaya membuktikan bahwa organisasi yang besar adalah organisasi yang tidak pernah memutus rantai komunikasi antar anggotanya. Langkah kecil melalui silaturahmi ini adalah investasi besar bagi keberlangsungan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di Kota Pahlawan, memastikan bahwa panji Muhammadiyah akan selalu terjaga oleh tangan-tangan yang kokoh dan hati yang bersih.(Ysf)







