Melatih Kewirausahaan, Anak Didik SMKN 12 Surabaya Ikuti Pameran Seni Budaya

774

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Pameran lukis seni budaya, turut ikut serta dari beberapa siswa-siswi SMKN 12 Surabaya yang bertempat di Cito Mall Surabaya, mulai tanggal 25 sampai 31 Desember 2022.

Masing-masing hasil karya anak didik SMKN 12 Surabaya menampilkan bakatnya dalam pameran tersebut, yakni kejuruan seni lukis, kriya kreatif batik dan tekstil, kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif logam dan perhiasan, hingga seni tari.

Kolaborasi bersama seniman Surabaya dalam pameran ini, pihaknya mempamerkan sejumlah puluhan lukisan hasil karya anak didiknya. Dari hasil karya ini, meningkatkan apresiasi dan kualitas pada bakat tiap anak.

“Kami hadirkan 20 lukisan berasal dari karya seni kejuruan lukis siswa-siswi,” ungkap Kepala SMKN 12 Biwara Sakti Pracihara, diwakili Waka Humas SMKN 12 Surabaya Mardi dalam keterangannya, Senin (26/12).

Mardi berharap, kedepannya siswa-siswi agar terus eksis, hingga kelak menjadikan lulusan terbaik untuk menghadapi ketika siap terjun dikalangan masyarakat.

“Kita guru SMKN 12 Surabaya, memberikan bekal ilmu, baik itu wawasan dan ilmu pengetahuan karya seni kepada murid yang dapat menghidupi dirinya sendiri, ataupun keluarga nantinya,” tutur dia.

Oleh karena itu, Mardi bilang, pada softskill anak harus ditanamkan sejak dibangku sekolah. Dengan diterapkannya metode pembelajaran berbasis industri. Yang artinya, mutu kualitas produk itulah harus berimbang, dan ini sangat penting.

“Kami menerapkan metode pembelajaran tidak hanya dalam skill ketrampilan, tapi etos kerja harus juga menjadi satu paket untuk anak didik,” katanya.

Disamping itu, tambah Mardi, gelar pameran ini sebagai ajang untuk anak-anak dapat melatih kewirausahaan.

“Ini bukan hanya sekedar apresiasi, akan tetapi juga melatih siswa-siswi dapat memasarkan produk karya,” jelasnya.

Selama ini, menurutnya, setiap kali mengikuti pameran, karya murid selalu diminati masyarakat segi nilai market. Baik karya seni lukis, karya bahan kayu, karya bahan kulit, dan karya pakaian, serta karya perhiasan.

“Karya lukisan siswa-siswi kami tiap mengikuti pameran laku di pasaran, bahkan peminat masyarakat dari kalangan pengusaha,” ujar dia.

Intens dalam mengikuti pameran, sambung Mardi, bukanlah sekedar meningkatkan kualitas. Melainkan kuantitas anak dapat diunggulkan berupa karya seni mereka tersebut.

“Bekal diberikan agar bisa dipahami saat anak praktek di lapangan. Hasil karya itu ketika pembelajaran nanti nilai market sangat memuaskan bagi mereka,” imbuhnya. (uzi/yud)