DaerahNews

Kurangnya Pengawasan Cabang Dinas Pendidikan Provensi SUL-SEL Di Tanah Toraja: Beberapa sekolah Suasta Akreditasi B Terindentifikasi Langgar Prosedur

Share
Share

Tana Toraja Sulawesi Selatan – Faktaperistiwanews.co – Perwakilan dari komite sekolah serikat Indonesia ( KSSI) cabang tana toraja, Andi puangga mengungkapkan kekhawatirannya, ‘kulitas pendidikan didaerah kita terancam. Siswa yang seharusnya mendapatkan pembelajaran layak justru menjadi korban dari praktik tidak benar dan kurangnya pengawasan.

Kita meminta Dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan untuk mengambil langkah tegas dan transparan dalam mengenai kasus ini selain pemeriksaan mendalam terhadap semua sekolah yang menjadi objek temuan masyarakat juga menghimbau agar dilakukan verifikasi ulang seluruh data penggunaan dan BOS selama dua tahun terakhir, serta penyelidikan terhadap oknum yang diduga menjadi ” orang dalam” langkah strategis lainya yang perlu diambil adalah evaluasi ulang sistem pengawasan dan penempatan Guru P3K, serta peningkatan sarana sekolah agar mendukung proses belajar mengajar di mana data dari beberapa sekolah menunjukkan angka kehadiran siswa menurun hingga 20% pada beberapa bulan terakhir, banyak siswa memilih bolos karena masa pembelajaran tidak menarik, materi tidak sesuai dengan kebutuhan dan fasilitas yang tersedia tidak mendukung – seperti ruangkelas yang tidak mendukung dan tidak terawat serta oknum guru yang tidak kompeten di sekolah.

” Dimana ada beberapa sekolah di temukan memberikan nilai tidak sesuai dengan prestasi aktual guna mempertahankan tingkat kenaikan dan kelulusan yang tinggi dan menarik hal ini berpotensi mengasilkan lulusan yang tidak memiliki kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh, sehingga kesulitan dalam memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.tapi masi juga melakukan praktik pembelajaran monipulasi jurusan sebagai contoh smk Dirgantara pembelajaran praktik teknik penerbangan hanya berjalan 2 kali perbulan seharusnya 8 kali) sebanyak 15 siswa yang sudah pindah tetap dicatat aktif untuk mendapatkan dan BOS sebesar Rp. 4.500.000 perbulan .

SMK kristen pa’raoan Dana Bos sebesar Rp7.200.000.persemester untuk pengadaan buku tidak terlihat dampaknya, karena buku perpustakaan hanya tercatat secara administrasi dan tidak di sebarkan kepada siswa, SMK suasta Buntu Pune laboratorium komputer yang didanai BOS Rp 25.00.000 tidak perna digunakan dengan 12 unit komputer rusak tidak diperbaiki, SMK suasta lempo pare jadwal matematika dan bahasa inggris sering diganti dengan kegiatan non pendidikan dengan rata- rata kehadiran siswa hanya 68% perhari serta ditemukanya oknum guru yang telah menyelasaikan program pendidikan profesi ( P3K) dan sudah ditempatkan di sekolah negeri namun masih aktif merangkap mengajar di sekolah swasta padahal peraturan jelas menetapkan bahwa guru P3K harus Fokus pada tugas di tempat penugasanya untuk memastikan kualitas pembelajaran hingga di kuatirkan proses belajar di sekolah bisa terbengkalai.di mana data dari beberapa sekolah menunjukkan angka kehadiran siswa menurun.(Benyamin)

Share
Related Articles
DaerahNews

RPB DI SUNGAI SELAMAT DIDUGA ABAIKAN DUA SURAT DINAS, WARGA DESAK PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS…

PONTIANAK || faktaperistiwanews.co, 29 September 2026 — Keberadaan aktivitas Rumah Potong Babi...

DaerahNews

Peran Pengacara dalam Mendampingi Klien dari Awal hingga Akhir Proses Hukum Oleh Chandra Makkawaru, S.Pd., SH., MH

PALOP0 || faktaperistiwanews.co — Dalam menghadapi persoalan hukum, keberadaan pengacara atau secara...

NewsTokoh

Selalu Optimis dalam Menjalani Hidup

Oleh : Dede Farhan Aulawi Bandung || faktaperistiwanews.co - Hidup tidak selalu...

NewsTokoh

Saat Panggilan Tuhan Tak Lagi Membuat Hati Kita Tergerak

Oleh : Dede Farhan Aulawi Bandung || faktaperistiwanews.co - Ada masa ketika...