Komisi D DPRD Surabaya Badru Tamam Mendesak Dindik Agar Perhatikan Sekolah Swasta

455

Surabaya | faktaperistiwanews.co – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kota Surabaya bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta, mendesak Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya agar memperhatikan sekolah swasta.

Dengan minimnya murid sekolah ke swasta saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) itu sekolah swasta masih jauh mengalami kekurangan siswa.

“Dari MKKS swasta menginginkan ada keadilan dan keberpihakan Dindik Kota Surabaya terhadap sekolah swasta di Surabaya,” ujar Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya H. Badru Tamam, disela wawancara, Rabu (20/7), kemarin.

Karena itu, aspirasi mereka kami terima bahwa, siswa yang sekolah di swasta sampai sekarang masih kurang,” tuturnya.

Kalau melihat daftar kelulusan, disampaikan kembali, ada sekitar 48 ribu atau 45 ribu lulusan sekolah dasar (SD). Sedangkan, yang ditampung oleh Dindik Kota Surabaya tidak lebih dari 22 ribu orang.

Nah, harusnya disitu masih ada 23 ribu orang. Tapi, apakah ini menyangkut yang tidak mendapat murid tersebut adalah sekolah swasta menengah ke bawah ataupun menengah ke atas.

“Saya melihat sekolah menengah keatas tidak ada masalah mengalami kurangnya murid. Justru, yang berdominan kekurangan murid, yaitu sekolah swasta menengah ke bawah,” kata Badru Tamam.

Oleh karena itu, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan, agar sekolah swasta mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya.

“Saya tetap anggapan lain, sekolah swasta tetap diperhatikan. Karena, tujuan kita mencerdaskan anak bangsa,” tegas Badru Tamam.

Disisi lain, lanjutnya, terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah swasta hanya Rp 87 ribu, per satu siswa dalam satu bulan. Hal itu menurutnya, sangat kecil untuk meningkatkan pergerakan mutu pendidikan sekolah swasta.

“Saya sarankan agar meningkatkan dana BOS menjadi Rp 150 ribu, sampai Rp 200 ribu per satu siswa itu, agar sekolah swasta nanti mutu kualitas dapat tingkatkan pendidikan,” pesannya.

Badru Tamam mengatakan, untuk solusi ini pihaknya terus mengingatkan Pemkot Surabaya agar memberi perhatian sekolah swasta. Secara sekolah swasta jasanya sangat besar sekali.

“Berkelanjutan saya ingatkan untuk memberikan pengertian sekolah swasta,” tandasnya. (vn/yud)