NewsTNI - Polri - Brimob

Dede Farhan Aulawi Himbau Jaga Kondusifitas Keamanan dan Jangan CARI PANGGUNG

Share
Share

Bandung || faktaperistiwanews.co – Mencermati perkembangan kondisi Indonesia dalam seminggu terakhir ini, tentu membuat prihatin kita semua. Demo yang tadinya damai sebagai cara konstitusional dalam menyampaikan aspirasi, tiba – tiba menjadi rusuh dan anarkis serta serentak di beberapa kota di tanah air. Tentu semua ini menimbulkan tanda tanya, apakah mungkin semua terjadi hanya spontanitas saja ? Atau ada pengkondisian sebelumnya ? Semua tentu perlu diselidiki dengan mengumpulkan fakta – fakta objektif yang ditemukan di lapangan “, ujar Pemerhati Keamanan Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (31/8).

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan para awak media yang menemuinya untuk bertanya mengenai perkembangan situasi dan kondisi keamanan terkini. Dirinya menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri, dan jangan terprovokasi informasi di medsos demi menjaga kondusifitas keamanan, serta diharapkan tidak ada orang yang CARI PANGGUNG dengan memanfaatkan situasi. Dalam kondisi seperti ini, semua harus bersatu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian.

Menurutnya, kondisi yang aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu menjaga ucapan dan tindakan yang bisa memperkeruh suasana. Ini semua jadi pembelajaran bersama.

Disamping itu, mudah – mudahan kondisi seperti ini tidak dijadikan panggung politik dengan memanfaatkan kekacauan, krisis, atau kegaduhan sosial-politik untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas.

Ciri-ciri perilakunya adalah :

  • Muncul tiba-tiba saat krisis, meskipun biasanya tidak aktif.
  • Mengeluarkan pernyataan kontroversial atau bombastis agar diliput media.
  • Mengambil posisi ekstrem (misalnya menyalahkan pemerintah, membela kelompok tertentu secara berlebihan).
  • Membagikan bantuan atau dukungan di depan kamera, bukan semata-mata untuk menolong, tapi untuk pencitraan.
  • Menggunakan media sosial secara agresif untuk membentuk opini publik.

Hal tersebut tentu perlu dihindari, karena akan berdampak negatif seperti :

  • Menambah kegaduhan, bukan menyelesaikan masalah.
  • Mengganggu upaya penyelesaian krisis yang dilakukan pihak berwenang.
  • Menyulut emosi publik untuk keuntungan pribadi / kelompok

” Mari kita jaga republik yang kita cintai ini dengan kehidupan yang rukun. Pemerintah yang mencintai rakyatnya, dan rakyat yang menyayangi para pemimpinnya. Kita semua masih bersaudara dalam bingkai keluarga besar Indonesia “, pungkasnya.(Red)

Share
Related Articles
NewsTokoh

Dede Farhan Aulawi Bicara Melodi Kehidupan untuk Negeri

Bandung || faktaperistiwanews.co - “ Kehidupan adalah sebuah melodi panjang yang tersusun...

NewsTokoh

Rahasia Peninggalan Aset Nusantara

Oleh : Dede Farhan Aulawi Bandung || faktaperistiwanews.co - Nusantara memiliki warisan...

NewsTokoh

Harapan Masyarakat dan Amanah Tuhan di Pundak Kapolri Baru

Oleh : Dede Farhan Aulawi Bandung || faktaperistiwanews.co - Pergantian pucuk pimpinan...

DaerahNews

Pemkab Luwu dan Toraja Utara Mempertegas Batas Administrasi Daerah

Toraja Utara // faktaperistwanews.co - Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Pemerintah Kabupaten Toraja...