Surabaya || faktaperistiwanews.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada Lurah dan Camat agar mengadakan pertemuan rutin bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) setiap wilayah. Bukan tanpa alasan, tujuan itu nantinya bisa terselesaikan setiap kendala di jumpai oleh KSH di lapangan.
“Kami harapkan, Lurah menemui KSH setiap seminggu sekali. Tanyakan kepada mereka (KSH) apa kendalanya. Sedangkan, untuk Camat bisa menggelar pertemuan dengan KSH selama 2 minggu sekali,” tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (27/8/2022).
Intervensi di lakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kata dia, akan lebih maksimal jika penanganannya dibantu oleh KSH. Sebab, Eri Cahyadi menilai, para KSH inilah lebih mengetahui keadaan wilayah setempat, terlebih juga masyarakatnya.
“Lebih valid jika KSH yang memberikan data. Karena, saya lebih percaya jika data tersebut berasal dari KSH, dengan dibandingkan menggunakan konsultan, maupun surveyor,” ucap Wali Kota Eri.
Oleh karena itu, sejak 20 Juni, hingga 25 Agustus 2022z Eri Cahyadi bersama rim penggerak PKK Surabaya dan perangkat daerah mengadakan pertemuan langsung bersama KSH. Tujuan, pertemuan diadakan dengan bergantian oleh KSH setiap wilayah
“Kenapa saya kumpulkan KSH? Karena kulo (saya) ingin dibantu oleh KSH untuk memberikan informasi. Dengan pemkot dibantu data KSH, Surabaya akan menjadi lebih sejahtera dan makmur,” pesannya.
Dipastikannya, aplikasi Sayang Warga yang digunakan KSH mendata, akan terus disempurnakan. Sejumlah masukan maupun kendala disampaikan KSH akan terus dijadikan bahan evaluasi perbaikan ke depan.
“Dulu karena aplikasi lama dan muter-muter, kemudian disempurnakan menjadi aplikasi Sayang Warga. Dengan aplikasi inilah alhamdulilah digunakan teman-teman KSH sudah lancar,” paparnya.
Eri kembali menyebutkan bahwa, aplikasi Sayang Warga yang terbaru pihaknya meminta agar KSH lebih dipermudah saat melakukan pendataan.
Seperti, KSH hanya mengisi kolom Iya atau Tidak. Sedangkan, untuk isian kolom yang lain, selanjutnya dapat dilakukan oleh Kepala Puskesmas, maupun, Lurah dan Camat.
“Nah, inilah kemudian dinamakan rasa gotong-royong,” tandasnya. (uzi/yud)







