Calvin Castro, Calon Ketua KONI Manado, Angkat Bicara Soal Penyebaran Video Lama

535

MANADO || Faktaperistiwanews.co –
Pendaftaran aktivis antikorupsi Calvin Castro sebagai bakal calon Ketua KONI Manado memunculkan dinamika baru dalam percaturan organisasi olahraga tersebut. Rabu, 03/12/2025.

Sejumlah pihak yang diduga berasal dari pihak lawan calon Ketua KONI Kota Manado Calvin Castro ini mulai mengedarkan kembali sebuah potongan video lama terkait peristiwa penangkapan Castro oleh Resmob Polda Sulut tahun lalu di kawasan Megamas.

Video itu diunggah oleh akun Facebook bernama Breinda Enda, yang menurut informasi bekerja sebagai sopir dari salah satu kandidat calon Ketua KONI Kota Manado. Calvin Castro menilai penyebaran ulang video tersebut merupakan bagian dari upaya menjatuhkan dirinya menjelang proses pemilihan Ketua KONI Manado.

Castro: “Urusan Itu Sudah Clear dan Ada Konteks yang Tidak Disampaikan”
Menanggapi beredarnya kembali video tersebut, Calvin Castro menegaskan bahwa perkara itu telah diproses dan diselesaikan oleh kepolisian jauh sebelumnya. Ujar Calvin Castro saat diwawancarai beberapa awak media di rumah kopi K8 Sario Manado.

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari pemberitaan mengenai dugaan bisnis gelap solar subsidi, di mana seorang wartawan meminta tanggapannya sebagai aktivis. Setelah berita terbit, muncul wartawan lain yang, menurut Castro, berinisiatif sendiri menghubungi seorang pemain solar berinisial FL alias Fokla untuk meminta uang Rp100 juta guna menghapus berita tersebut. Castro menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui maupun terlibat dalam permintaan uang itu.

“Saya tidak pernah meminta uang sejumlah itu. Tidak ada bukti percakapan soal permintaan uang. Itu urusan media dan wartawannya. Saya justru menuntut pemulihan nama baik karena nama saya ikut terseret,” ujar Castro.

Menurut penuturan Castro, Fokla yang merasa tertekan oleh permintaan tersebut kemudian berkoordinasi dengan Resmob. Saat pertemuan di sebuah rumah makan di Megamas, Fokla disebut meletakkan tas berisi uang di kursi di samping Castro tanpa ada serah-terima langsung. Tak lama setelah itu, Resmob langsung melakukan penangkapan.

Tidak Cukup Bukti, Polda Sulut Terbitkan Surat Perintah Pelepasan
Castro menyampaikan bahwa usai pemeriksaan, termasuk pemeriksaan terhadap wartawan yang terkait dalam peristiwa itu, Polda Sulut memutuskan untuk menerbitkan surat perintah pelepasan karena tidak cukup bukti untuk menjerat dirinya.

“Saya menghormati proses dan keputusan Polda Sulut yang mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mereka menyelidiki secara komprehensif dan memutuskan tidak ada bukti yang cukup. Di tengah proses kompetisi, video yang tidak terverifikasi kembali dipakai untuk menyerang. Itu yang saya alami sekarang,” ungkapnya.

Ketua LPK RI Sulut Stefanus Stefi Sumampouw angkat bicara saya tetap mendukung Calvin Castro sebagai Ketua KONI Kota Manado. Serta menilai bahwa mengangkat kembali video lama yang tidak mencerminkan konteks lengkap hanya akan mencederai iklim kompetisi yang sehat, khususnya menjelang pemilihan Ketua KONI Manado. Pungkas Ketua LPK RI Sulut Stevanus Stefi Sumampouw.

(SWS)