Tamiang,Aceh || faktaperistiwa.co DI DALAM Masjid Baiturrahim yang masih menyisakan bekas batas air setinggi dada, gema Isra Mikraj membubung tinggi ke langit-langit bangunan. Hari itu, Selasa (20/1/2026), waktu seolah berjalan lebih lambat. Sejak pukul 13.00 WIB, ratusan pasang mata tertuju pada Ustadz Safwan Basyir yang memberikan tausiyah penguat jiwa. Di tengah duka banjir bandang yang baru saja lewat, momen ini bukan sekadar peringatan agama, melainkan sebuah proklamasi kebangkitan bagi warga Desa Sunting.
Faktaperistiwa.co memantau langsung momen haru ketika bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada para kepala dusun. Angka 235 Kepala Keluarga (KK) menjadi fokus utama dalam skema pemulihan ini. Berdasarkan riset kebutuhan di lapangan, jumlah paket tersebut mencakup cakupan 100% warga terdampak di Dusun Anggrek dan Dusun Tanjung. Data ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas relawan Muhammadiyah Jawa Timur dalam mengelola amanah donatur untuk masyarakat Aceh Tamiang.

Acara yang berakhir pada pukul 15.30 WIB ini ditutup dengan makan bersama produk Rendangmu. Penggunaan produk ini juga didasarkan pada riset efektivitas bantuan saat bencana, di mana pangan kaleng memiliki ketahanan lebih lama dan gizi yang lebih terjamin dibandingkan bantuan mentah biasa. Safwan Basyir dengan suara bergetar mengucapkan terima kasih atas kehadiran MDMC Surabaya dan seluruh tim. Bagi warga, bantuan ini adalah bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah; ia hadir sebagai cahaya di ujung lorong gelap pasca bencana.
Kini, saat matahari mulai condong ke ufuk barat dan acara resmi berakhir, semangat gotong royong tampak menyala kembali di Desa Sunting. Ribuan kilometer jarak antara Jawa Timur dan Aceh seakan hanyut terbawa sisa aliran banjir, digantikan oleh jalinan ukhuwah yang kian erat di bawah atap Masjid Baiturrahim. Laporan ini bukan sekadar catatan tentang distribusi sembako, melainkan sebuah saksi bisu tentang bagaimana sebuah komunitas mampu bangkit kembali dari titik terendahnya melalui kolaborasi yang tulus dan manajemen kebencanaan yang berangkat dari hati.(Wjy)






