DaerahNews

Bupati Gencar Perkenalkan Destinasi Wisata di Takalar,Mala KKG Gugus 2 Sanrobone Malah Pilih Kegiatan di Malino

Share
Share

Takalar || faktaperistiwanews.co – Pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Kecamatan Sanrobone yang digelar di Malino, Kabupaten Gowa, pada Selasa (15/06/2026), menjadi sorotan dan memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah kepala sekolah dan guru tersebut dinilai kontradiktif dengan upaya Pemerintah Kabupaten Takalar yang saat ini gencar mempromosikan destinasi wisata lokal.

Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Takalar, pemerintah daerah terus berupaya memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Takalar kepada masyarakat luas.

Berbagai program promosi dan pengembangan destinasi wisata dilakukan agar mampu menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Namun, pelaksanaan KKG di luar Kabupaten Takalar justru memunculkan pertanyaan publik. Sejumlah warga menilai kegiatan yang melibatkan tenaga pendidik tersebut seharusnya dapat dilaksanakan di lokasi-lokasi wisata atau fasilitas yang tersedia di Takalar sehingga sekaligus mendukung promosi dan perputaran ekonomi daerah.

Selain lokasi kegiatan, masyarakat juga mempertanyakan sumber dan penggunaan anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan KKG di luar daerah. Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai berpotensi menambah biaya dibandingkan jika dilaksanakan di wilayah Kabupaten Takalar.

Dilansir dari media online Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, salah seorang kepala sekolah yang terlibat dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pembiayaan berasal dari dana KKG dan sebagian dari kontribusi pribadi para kepala sekolah.

Namun, penjelasan singkat tersebut belum sepenuhnya menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai rincian anggaran dan urgensi pemilihan lokasi kegiatan di luar daerah.

Berbagai pihak berharap penyelenggara KKG dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka terkait tujuan, manfaat, serta penggunaan anggaran kegiatan tersebut.

Transparansi dinilai penting agar pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru tetap mendapat dukungan masyarakat sekaligus tidak menimbulkan persepsi negatif terkait efisiensi penggunaan anggaran pendidikan.(Rahman)

Share
Related Articles
DaerahNews

Jelang Aksi Damai ke Polda Kalbar, Laskar Pemuda Melayu Perkuat Konsolidasi: Komitmen Kawal Marwah Organisasi dan Hormati Proses Hukum…

PONTIANAK || faktaperistiwanews.co –25 juli 2026, Menjelang pelaksanaan aksi damai yang dijadwalkan...

Hukum dan KriminalNews

Peredaran Rokok Diduga Tanpa Cukai Kembali Marak, Warga Minta APH dan Bea Cukai Perketat Pengawasan

Pontianak,Kalbar || faktaperistiwanews.co – Peredaran rokok yang diduga tidak dilekati pita cukai...

DaerahNews

Sekretaris LPM Mempawah Soroti Dugaan Buruknya Pelayanan IGD RS Rubini, Desak Bupati Lakukan Evaluasi Menyeluruh…

MEMPAWAH |` faktaperistiwanews.co – Sekretaris Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kabupaten Mempawah, Mohlis...