Takalar || faktaperistiwanews.co — Musim kemarau panjang kembali menguji ketahanan masyarakat di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Sumur-sumur warga yang mulai mengering membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan serius dan memaksa warga berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Takalar sekaligus Ketua PMI Kabupaten Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih secara rutin. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dan PMI untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Distribusi Rutin 10.000 Liter Per Hari
Petugas PMI Kabupaten Takalar, Dahlan Daeng Nyomba, mengatakan pendistribusian air bersih di Dusun Pandala dilakukan menggunakan dua unit tangki dengan total kapasitas mencapai 10.000 liter.
“Pendistribusian air bersih dari PMI di Dusun Pandala, Desa Laikang sebanyak satu tangki kapasitas 5.000 liter, bahkan bisa dua sampai tiga kali sehari ketika tiba-tiba warga menelepon airnya habis,” ujar Dahlan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (13/8/2026) malam.
Menurut Dahlan, aksi kemanusiaan tersebut telah berlangsung secara konsisten selama kurang lebih dua pekan di sejumlah titik wilayah Kabupaten Takalar yang mengalami krisis air bersih.
Untuk mempermudah akses, PMI juga menempelkan stiker nomor kontak petugas di rumah-rumah warga agar masyarakat dapat segera menghubungi petugas ketika persediaan air kembali menipis.
Apresiasi Warga dan Harapan Kolaborasi
Respons cepat PMI tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun warga juga berharap penanganan krisis air dapat diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar bantuan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan PMI. Namun, kami juga berharap BPBD dan PDAM Takalar dapat ikut mengambil bagian aktif dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ungkap salah seorang warga.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, PMI, BPBD, PDAM, serta seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pemetaan wilayah terdampak, mempercepat distribusi, dan memastikan tidak ada warga yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau berlangsung. (Rahman)







