NewsPemerintahan

BKPSDM Luwu Gelar Bimtek Penyetaraan Jabatan Fungsional

Share
Share

Belopa || faktaperistiwanews.co – Pemerintah Kabupaten Luwu dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tindak lanjut Penyetaraan Jabatan Pengawas Kedalam Jabatan Fungsional di aula Wisma Anda, Kelurahan Tanamanai Kecamatan Belopa, Senin (23/5/2022)

Kegiatan Bimtek dibuka oleh Sekrerataris Daerah Kabupaten Luwu, H Sulaiman. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanahan, Rudi R Dappi, Kadis Pertanian, Albaruddin Andi Picunang, Sekretaris Dinas Kominfo, Hj Kurniati dan para pejabat fungsional selaku peserta

Dalam sambutannya, Sekda Luwu menerangkan bahwa penyetaraan Jabatan Pengawas kedalam Jabatan Fungsional berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan perlunya penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan eselon

“Arahan Presiden tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan Permenpan RB Nomor 17 tahun 2021. Untuk tingkat pemprov dan pemkab diatur dengan konsep penyederhanaan, menyetarakan jabatan pengawas atau Eselon IV kedalam jabatan fungsional,” jelas H Sulaiman

Menurutnya, melalui penyetaraan jabatan fungsional diharapkan mampu mengubah kultur birokrasi menjadi lebih baik

“Pemangku Jabatan Fungsional diharapkan mampu memiliki motivasi tinggi dalam meningkatkan keterampilan, kompetensi serta kinerja sekaligus mempunyai peluang yang luas untuk mengembangkan ide kreatif serta jenjang karier,” tutur H Sulaiman

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarlin, dalam pemaparan materinya, menjelaskan Kebijakan Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional dan Pengembangan Karier Pejabat Fungsional hasil dari penyetaraan

“Ada banyak kelebihan bagi jabatan fungsional, antara lain, kelas jabatan lebih tinggi dari pada kelas jabatan pelaksana, dapat naik pangkat lebih cepat apabila angka kredit telah mencukupi, dapat melebihi pangkat atasan, batas usia pensiun lebih panjang, Ahli Madya 60 tahun dan Ahli Utama 65 tahun, Jenjang karier lebih jelas selama tersedia formasi, serta secara diagonal dapat beralih ke jabatan struktural, “ungkap Sumarlin

Namun untuk memperoleh kelebihan-kelebihan tersebut, Sumarlin juga memaparkan beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pejabat fungsional. Kewajiban tersebut antara lain (1) Wajib menyusun SKP dan Dupak sesuai jenjang jabatan, (2) Wajib mengumpulkan angka kredit setiap tahunnya sesuai target yang telah ditentukan, (3) Kenaikan pangkat menggunakan AK dan kenaikan jenjang jabatan sesuai formasi yang tersedia dan (4) Wajib melaksanakan pengembangan profesi berkelanjutan.(Rilis/Jaya)

Share
Related Articles
DaerahNews

Donasi Tembus Rp308 Juta, Lazismu Surabaya Buktikan Transparansi Penyaluran ke NTT

SURABAYA // faktaperistiwanews.co – Lazismu Kota Surabaya mengumumkan perolehan donasi untuk program...

DaerahNews

Maulid Nabi & Pisah Sambut Kepala Sekolah Baru SMKS Tira Rantetayo Berjalan Khidmat

Tana Toraja, Rantetayo || faktaperistiwanews.co - perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448...

NewsPendidikan

12 Siswa Trimurti Senior High School Borong 50 Medali di World Scholar’s Cup Bangkok 2026 

SURABAYA || faktaperistiwanews.co -  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para siswa SMA Trimurti Senior High School di ajang internasional. Sebanyak 12 siswa berhasil membawa pulang 50 medali dari World Scholar’s Cup (WSC) Bangkok Global Round 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.  Dari total perolehan tersebut, delegasi Trimurti sukses mengantongi 16 medali emas dan 34 medali perak. Kompetisi internasional itu berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September 2026 dan diikuti pelajar dari berbagai negara.  Para siswa Trimurti berkompetisi di kategori Senior Division. Mereka mengikuti empat cabang utama, yakni Scholar’s Challenge, Scholar’s Bowl, Team Debate, dan Collaborative Writing.  World Scholar’s Cup tidak hanya menguji kemampuan akademik. Para peserta juga ditantang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, argumentasi, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dengan peserta dari berbagai negara.  Dalam Scholar’s Challenge, peserta menghadapi tantangan akademik lintas bidang. Sementara Scholar’s Bowl menguji kemampuan peserta bekerja dalam tim untuk menjawab berbagai pertanyaan secara cepat dan tepat.  Kemampuan menyampaikan gagasan dan mempertahankan argumentasi diuji melalui Team Debate. Adapun Collaborative Writing memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghasilkan tulisan secara bersama-sama berdasarkan tema yang diberikan.  Pengalaman delegasi Trimurti di Bangkok tidak berhenti pada kompetisi utama. Selama Global Round, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan seperti Opening Ceremony, Scholar’s Scavenge, Debate School, Debate Showcase, Scholar’s Show, Cultural Fair, Closing Ceremony, dan Scholar’s Ball.  Salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda adalah Scholar’s Scavenge. Para peserta menghadapi berbagai tantangan yang mendorong mereka untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinteraksi dengan peserta lain. ...

DaerahNews

Bupati Takalar Sidak Puskesmas Tanakeke: Warga Kurang Mampu Bakal Didaftarkan BPJS Ditanggung Pemda

TAKALAR || faktaperistiwanews.co — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan sidak...