Surabaya || faktaperistiwanews.co – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, H. Syaifuddin Zuhri, S.Sos., menyatakan untuk pelaksanaan program itu ada beberapa macam. Antara lain, pelatihan menjahit, pelatihan membuat kue, dan pelatihan MC (Master Of Ceremony) atau lebih dikenal pembawa acara.
Dia pun memberikan kesempatan bagi anak-anak ingin mempunyai bakat MC, diharap untuk menyampaikan secara langsung. Sehingga, Syaifuddin Zuhri tak segan-segan untuk mendaftarkan dalam pelatihan MC tersebut.
“Ketika anak-anak punya bakat MC, akan kami fasilitasi. Tak cukup itu, pelatihan berupa tata rias juga kami daftarkan,” katanya, Selasa (16/5).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan bahwa, kepada masyarakat jangan sampai terpengaruh akan kinerja sosok wakil rakyat yang tidak terbukti, ketika menghadapi persoalan itu tak dapat menampung aspirasi dan merealisasi keluhan warga.
“Langkah ini, kami selalu memonitor wilayah mana saja harus di realisasikan. Disitulah tugas wakil rakyat menjembatani untuk memberikan perhatian penuh terhadap rakyatnya,” pesan Cak Ipuk, sapaan panggilan akrab Syaifuddin Zuhri saat menggelar Reses jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) di RT 06/RW 01, Kampung Sememi, Benowo, Surabaya.
Cak Ipuk menyakinkan, terkait Program Indonesia Pintar (PIP) hingga kuliah gratis terbukti mampu merealisasikan masyarakat Sememi. Ia berjanji, akan menjembatani segala keperluan warga setempat.
“Inilah kita sebenarnya, kita pahamkan untuk membuat rakyat sejahtera,” tutur dia.
“Kalau sampai suatu pemimpin mementingkan diri, dipastikan tidak memikirkan masyarakat. Karena itu, semuanya punya tanggung jawab menjaga bangsa ini, jangan sampai pemimpin menganggap rendah diri kita semua,” tambah Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri ini.
Oleh karena itu, Syaifuddin Zuhri menuturkan, pemimpin mempunyai tanggung jawab mengelola sumber daya alam (SDA) bangsa ini untuk dilakukan seluas-seluasnya untuk kesejahteraan rakyat.
“Semua kehidupan anekaragaman harus mengayomi. Pemimpin tidak akan bisa dipilih, kalau tidak mampu mendedikasikan dirinya dalam pengabdian. Programnya berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan rasa kepedulian selalu terjun kepada masyarakat, ungkapnya, dapat membuktikan rasa mencintai bangsa. Ia merasa naif kalau melihat sejarah bangsa oleh pendahulu mengorbankan jiwa raganya hanya dititipkan rakyat, supaya mendapat pemimpin amanah.
“Ayo kita bareng-bareng berjuang untuk pemimpin mampu memberikan maslahat serta manfaat demi kehidupan rakyat, maupun masyarakat secara utuh,” jelasnya.
Bekal teori kerakyatan dimilikinya, Ipuk mengaku, tidak terdapat perbedaan, dan semua dianggapnya sama. Kepentingan rakyat, tentu dapat diperjuangkan.
“Itulah rasa nasionalis yang ada di PDI Perjuangan. Kalau warga merasa di persulit apa saja, bisa melaporkan keluhan sama saya. Jadi, apapun keluhan masyarakat akan kami tanggapi,” katanya. (uzi/yud)