Sudah Lapor Wakil Bupati dan Aparat Penegak Hukum Mafia Pupuk Subsidi Tidak Tersentuh Hukum dan Sanksi

Musi rawas || faktaperistiwanews.co – Miris…!! di tengah kebutuhan petani untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah namun pupuk subsidi milik mereka di jadikan mafia pupuk sebagai alat memperkaya diri sendiri

Anggota kelompok tani seringkali di rugikan oleh mafia pupuk subsidi yang mencari ke untungan untuk diri pribadi .

Seperti yang terjadi di beberapa daerah di musi rawas seperti di desa sri mukti suka mana data erdkk di gunakan tanpa sepengetahuan yang pemilik data serta surat kuasa pun di duga di palsukan oleh pengecer atau kios pada.hal mereka tidak mendapatkan atau menebus pupuk pada tanggal 13 januari 2026

Awak media sudah pernah melaporkan kepada wakil bupati musi rawas bapak suprayitno apa yang di temukan di lapangan .beliau berjanji akan memanggil kepala dinas petanian ,kepada awak media namun sampai sekarang tidak ada kejelasan dan tidak ada tindakan atau sanksi kepada kios atau pengecer .multisida agro jaya milik muldasir.
Kini selain di desa.suka mana terawas
Di desa desa lain juga terjadi penyalah gunaan pendistribusian pupuk subsisdi

23 januari 2026 awak media kembali menemukan praktek mafia dengan menjual bebas pupuk subsidi dengan harga di atas het rp.140 ribu
Dengan mendapat kan informasi dari masyarakat, Yang mengatakan kalau di desa mereka ada kios atau pengecer pupuk subsisdi yang menjual secara bebas pupuk subsidi. Awak media berhasil membeli 4 sak pupuk merk phonska .
2 sak merk urea 2 sak kepada kios milik barek di desa suka rami kecamatan sumber harta dengan harga rp 140 ribu persak

Dan 2 sak merk phonska dan urea di kios darmawan yang berada di kecamatan terawas, Dalam 2 tempat yang berbeda awak media berhasil membeli 6 sak pupuk subsidi merk phonska dan urea

Praktek kotor seperti ini seakan akan sudah terstruktur sehingga sulit tersentuh hukum bahkan sekelas wakil bupati bisa bungkam dan tidak bisa berbuat banyak.dan takut memberikan sanksi sehingga mafia pupuk semakin meraja lelah di kabupaten musi rawas.
(Bambang.hendrawan)