Surabaya || faktaperistiwanews.co – Sosialisasi wawasan kebangsaan bertemakan peran penting Pustakawan sebagai ujung tombak Literasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang diadakan bertempat di Widya Kartika Conference Center, Jalan Dukuh Kupang Timur XIII No. 12B Surabaya, Kamis (7/7/2022).
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari, S.T., mengatakan kegiatan wawasan kebangsaan ini merupakan tugas sebagai wakil rakyat anggota dewan turut mensosialisasikan.
“Kali ini, kami adakan telah bertepatan memperingati Hari Pustakawan Nasional 7 Juli 2022, nah inilah menjadi penting,” terang Agatha.
Menurutnya, pada PISA (Programme for International Student Assessment) menganalisa tingkat Literasi membaca yang di selenggarakan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Artinya, mempelajari tentang minat kemapuan membaca, matematika, sains bagi siswa tingkat SMP berusia 15 tahun. Nah nilai PISA kita di Indonesia, ada pada urutan ke 62 dari 70 Negara.
Oleh karena itu menandakan apa? Literasi kita tidak tinggi. Tetapi, impact (hasil jangka panjang-red) output (hasil yang didapatkan-red) nya untuk literasi ke masyarakat sampai seberapa jauh.
Faktanya, kita semua tahu, jangankan anak-anak, kita sendiri kalau sudah memegang gadget sering lupa.
“Ada tidak kita punya Lead Time (waktu tenggang saat penyelesaian proses). Padahal pustakawan adalah, komunitas penggiat Literasi. Berarti, sebenarnya kawan-kawan ini kan, memang hobi membaca. Tapi hanya saja tidak mempunyai waktu khusus untuk membaca setiap harinya,” ucapnya.
Maka, Agatha berujar, hal demikian menjadikan sebagai autokritik, karena sempat beberapa aspirasi terkait, seperti kebutuhan Peraturan Daerah (Perda) untuk diselenggarakan perpustakaan di Jawa Timur. “Bagi saya ini sangat penting ya,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, untuk menangani beberapa persoalan tersebut, menjadi kesejahteraan pustakawan, maupun penyelenggaraan perpustakaan di Kota/Kabupaten.
“Saya sudah usulkan, dan menyediakan diri untuk di advokasi tentang kebijakan pada Perda penyelenggaraan perpustakaan itu. Sehingga, saya siap mendampingi, meskipun bukan wewenang ya. Tapi, paling tidak memperjuangankan Perda ini bersama,” tuturnya.
Selanjutnya, Legislator perempuan Fraksi PDIP juga berharap, agar bisa memberikan pendampingan dan kebutuhan minat baca. Langkahnya, sambung Agatha, tumbuh minat baca tidaklah bisa Instan, harus diawali dari lingkungan keluarga dahulu.
“Jadi, Pustakawan tidak hanya memberikan Literasi, akan tetapi dapat membantu mengubah mindset (pola pikir) anak kita supaya bersedia membaca,” pungkasnya. (vn/yud)