Banyuwangi || faktaperistiwanews.co -Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Analisa Strategis (PUSKAPTIS)
Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum menilai bahwa jembatan penghubung Ketapang- Gilimanuk merupakan jantung pariwisata Bali dari darat dimana hampir 3 juta kendaraan tiap tahun yang menyebrang. Selasa ( 12/7/2023)
Menurutnya”kalau terlaksana maka jembatan sepanjang 5.5 km tersebut akan menghabiskan 15 Trilyun atau 1 miliar US dollar, dan tentunya akan menjadi jembatan terpanjang melebihi jembatan Suramadu yang mempunyai panjang 5.4 KM,”ungkapnya pada awak media
Amirullah menambahkan ahwa jembatan penghubung Ketapang- Gilimanuk akan menjadi rangkaian tol Probowangi, sehingga menjadi rangkaian kesatuan infrastruktur yang sangat membantu pariwisata Bali dan Banyuwangi khususnya.
” jembatan Ketapang – Gilimanuk sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia, bahkan dunia karena satu- satunya akses darat ya Ketapang, dan tiap tahun pasti banyak problem baik itu teknis maupun non teknis, seperti cuaca buruk dan musim libur panjang sekolah.
Maka kami mendesak agar pak Jokowi segera mengeksekusi pembangunan jembatan Ketapang – Gilimanuk sebelum masa jabatannya habis, sukur – sukur masuk program prioritas beliau di tahun 2024.”tutup Muhamad Amirullah (tim)