Ketua Komisi C Angkat Bicara Soal Bak Truk Sampah, Ada Apa?

Surabaya | faktaperistiwanews.co – Terkait persoalan bak truk sampah tampak berlubang, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya telah angkat bicara. Terlebih, komentar itu muncul ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

Menurut dia, pihaknya telah mengaku sudah menganggarkan sebelumnya, yang saat masih Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya. Alokasi bak sampah disarankannya memakai Compactor yang bahannya bukan terbuat dari baja.

“Kami harapkan, bahan bak sampah yang tahan lama, minimal bahan dari stainless steel,” kata Baktiono, B.A., S.S., dikonfirmasi kemarin, (20/4), di Gedung DPRD Kota Surabaya.

Dengan bahan stainless steel itu, disarankan, mutu kwalitas dapat bertahan lama dan tahan karat dengan dibandingkan pada penggunaan bak sampah bahan baja.

“Soal harga memakai stainless steel memang harga lebih mahal, tetapi lebih awet,” sebut Baktiono Legislator Fraksi PDIP.

Namun, sambungnya, kalaupun masih memakai bahan baja, harus melapisi dengan cat anti karat. Meski tetap menggunakan bahan baja dia menjamin tidak bertahan cukup lama.

“Kami tidak yakin bertahan lama, maka jalan keluar inilah untuk segera di ganti, dan itupun telah dianggarkan masih bertahap,” ujarnya.

Oleh karena itu, ditegaskan Baktiono, agar supaya dapat terpenuhi kebutuhan bak sampah tidak berlubang yang pasti diganti, ataupun dengan perawatan. Namun, dalam anggaran itu sangat tidak tercukupi.

Maka, lanjut dia, dari pihak Wali Kota Eri Cahyadi, dan Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya, Armuji bisalah mengarahkan para perusahaan agar taat membayar pajak.

“Nantinya, dengan begitu bisa diperuntukkan membeli bak sampah yang bahannya dari stainless teel,” tandas Baktiono.

Disampaikannya, perawatan tambal sulam pada bak sampah berlubang tetap dilakukan dengan cara di las. Begitu juga pada Compactor masih banyak yang diketahui juga lubang-lubang, sehingga air pada endapan sampah keluar menetes.

“Memang masa bak sampah sedikit-sedikit rusak (tidak layak-red), tetapi ini terkendala anggaran perawatan belum cukup, bukan untuk pembelian baru bak sampah,” imbuhnya.

Meski begitu, saat disinggung terkait anggaran tambal sulam bak sampah yang lubang, Baktiono enggan menyebutkan besaran jumlah anggaran yang dikeluarkan pada perawatan tersebut.

“Yang pasti ada anggaran perawatan, dan tidak besar, tetapi untuk pembelian harus bertahap. Kita saat itu sebelumnya masih DKRTH Kota Surabaya sudah menganggarkan pemberian 2 (dua) unit Compactor sampah,” tukasnya. (vn/yud)