Banyak Kekurangan Bak Truk Sampah Berlubang, Begini Kata DLH Surabaya

Surabaya | faktaperistiwanews.co – Kendaraan truk pengangkut sampah kerap kali melintasi di jalan raya kawasan Surabaya tampak terlihat berlubang pada baknya.

Betapa tidak, hal tersebut patut menjadi catatan khusus bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya supaya untuk dilakukan penggantian pada bak truk mengangkut sampah dan tidak menimbulkan bau menyengat terhadap pengendara lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, angkutan sampah pada bak telah merencanakan untuk memakai Compactor sampah.

“Kekurangan itu cuma memang lumayan banyak, nanti pelayanan persampahan tidak lagi mengganggu bagi pengendara di jalan raya,” sebut Hebi saat diwawancarai, Sabtu (16/4/2022).

Kekurangan itu, lanjut Hebi, diperkirakan sekitar 26 unit sampai 30 unit Compactor sampah baik berukuran kecil maupun besar. Maka, dari tahun ke tahun telah dilakukan pengadaan itu Compactor sampah.

“Kami berharap, nanti wilayah terpencil bisa terlayani dengan Compactor sampah,” ungkap mantan Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Selama ini, Hebi mengaku, yang terlayani pada Compactor sampah sekitar 50 persen sampai dengan 60 persen. Sedangkan, sisanya dari 40 persen itu masih memakai bak sampah masih lubang-lubang atau jebol.

“Untuk bak sampah yang lubang kita adakan pemeliharaan, nanti terlihat bak sampah berlubang kita sulam kembali,” ucapnya.

Menurutnya, poin itu jangan sampai angkutan sampah mengganggu pengguna jalan. Memang terkadang, Hebi bilang, sampah berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo di kawasan Surabaya Barat volume sampah tidak bisa diperkirakan. Sehingga, yang biasa saat perkiraan 1 truk dalam mengangkut sampah tahunya pada masa tertentu bisa melebihi kapasitas sekitar 1 setengah muatan sampah.

“Akhirnya, kami perkirakan kadang itu penjaga TPA Benowo pada muatan sampah di petal-petal gitu mas,” terangnya.

Hebi telah mewanti-wanti saat mengangkut jangan melebihi muatan sampah. Tidak sepatutnya seperti itu, kan. Kalau misalkan, muatan sampah kurang, bisa dilanjutkan mengangkut sampah lagi dan SOP (Standar Operasional Prosedur) nya seperti itu.

“Muatan sampah kalau di petal, terus tumpah ke jalan bisa kotor, serta dapat menggangu pengendara lain,” tuturnya.

Maka dari itu, Hebi menyampaikan, tujuan truk pengangkut sampah memakai Compactor sampah agar biar menghindari bau menyengat saat berada di jalan raya karena tertutup.

“Akan kami lakukan perombakan untuk memakai Compactor sampah, tapi masih bertahap, karena duwek’e gak onok mas (uangnya tidak ada mas),” bebernya. (vn/yud)