Empat Lawang || faktaperistiwanews.co – Masyarakat desa taba dendang kecamatan muara saling kabupaten empat lawang mengeluhkan aroma busuk yang berasal dari pengelohan buah sawit milik pt.sawit nusantara indonesia.p.m.k.s kecamatan muara saling
Masyarakat desa taba dendang mengelukan permasalah bau ɓusuk yang menggangu pernafasan mereka serta banyak lalat masuk rumah mereka sehingga sering kali hinggap di makanan yang mereka masak
Bau busuk menyengat sering datang ketika turun hujan bau nya seperti bau kotoran manusia ujar salah satu masyarakat yang tidak mau di sebut nama nya.
Kemudian ada lagi yang bilang banyak lalat di rumah mereka semenjak berdiri nya pt .sawit nusantara indonesia.serta pabrik mengeluarkan suara bising sehingga tidur mereka terganggu pada malam hari
Awak media coba mengkonfirmasi kepada staf pt .sawit nusantara indonesia yang menjabat sebagai asisten koko sj.melalui via chat whats up beliau mengatakan sudah menyampaikan pemasalahan ini ke humas nanti humas kami menghubungi bapak jelas nya.
Tidak berselang lama humas pt .sawit nusantara menghubungi awak media dengan memperkenalkan diri bernama dimas humas sawit nusantara indonesia
Beliau menyangkal kalau aroma busuk bukan berasal dari pabrik pt sawit nusantara indonesia
Tapi dari ternak ayàm
Dan dimas berkata kalau rekaman wawancara awak media secara langsung ke masyarakat adalah rekayasa dan masyarakat tidak bisa di jadi kan nara sumber berita ujarnya dengan nada ketus.kemudian awak media mengatakan kalau tidak perlu bernada kasar tapi beliau semakin mengintimidasi awak media dengan mengatakan saya ini orang sumatera.
Dimas ini tidak pantas di beri jabatan sebagai humas sebab tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat.humas artinya hubungan masyarakat.
Kepada bapak bupati empat lawang dan dinas lingkungan hidup empat lawang dan dinas perizinan agar dapat mengevaluasi izin operasi pt sawit nusantara indonesai
mengingat pabrik tersebut berdiri di tengah pemukiman penduduk dan di pinggir jalan negara yang di lalui masyarakat banyak aroma busuk sangat mengganggu.
(Bambang.h)