Tegalsari || faktaperistiwanews.co – Tantangan zaman begitu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tak luput pula yang dihadapi oleh para kader AMM Tegalsari yang mana mereka hidup dalam tantangan yang tak mudah dihadapi. Mereka harus mempersiapkan diri mulai hati hingga sanubari masing-masing diri. Mulai dari pemenuhan kebutuhan hidup hingga hiburan semuanya masuk ke era digitalisasi. Kesemuanya untuk kemaslahatan diri masing-masing.
Demi menjawab tantangan zaman ini, penginisiasi adalah Arie Kurniawan Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tegalsari Kota Surabaya mengadakan Pelatihan Kader Taruna Melati I. Diadakan pada Ahad, 2 Juli 2023 dari pagi hingga sore (pukul 08.00-16.30) di SMP Muhammadiyah 3 dan di Masjid Nurussalam sebagai identitas Gerakan Dakwah, Tujuannya untuk mencetak kader progresif dan militan di tengah bangunan megah Pusat Perkotaan Tegalsari.
Selaras dengan ucapan Ketua PCPM Tegalsari Kota Surabaya Bijak Yuriswira, “Para Kader adalah Aset Muhammadiyah yang terpenting selain Amal Usaha Muhammadiyah. Bila Amal Usaha Muhammadiyah di dalamnya tidak ada kader, maka terhitung sia-sialah Amal Usaha Muhammadiyah tersebut.” Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting untuk diadakan demi keberlangsungan Muhammadiyah.
Pelatihan ini pun senantiasa didampingi oleh PD IPM Kota Surabaya. Diisi dengan diskusi hangat, kerja kelompok, hingga permainan-permainan yang digunakan agar para peserta tidak bosan.
Disampaikan materi-materi yang menambah wawasan untuk para peserta pelatihan. Setidaknya terdapat empat materi yang di berikan dalam PKDTM 1 ini. Di awali dengan materi Ke – IPM an, disambung dengan Ke-Organisasian, Kemuhammadiyahan dan terakhir materi Kepemimpinan. Di era global yang kita hadapi saat ini, materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan IPM memiliki korelasi yang penting dengan tantangan zaman. Materi Ke-IPM an, yang diisi oleh Ipmawati Marsha dari PD IPM Surabaya, menekankan unsur-unsur IPM yang sarat akan makna berdakwah. Salah satu contohnya adalah semboyan IPM yang umumnya menjadi selebrasi penutup, “Nuun Walqolami Wamaa’ Yasthuruun”, yang diambil dari Surah Al-Qalam ayat 1 yang artinya “Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.” Semboyan ini merupakan janji Allah yang tertulis sebagai pedoman bagi umat manusia. Semboyan ini memiliki relevansi dengan era global saat ini, di mana teknologi informasi dan digitalisasi semakin maju. Dalam menghadapi kemajuan tersebut, IPM mengajak kader-kadernya untuk tetap bersemangat berdakwah melalui literasi, terutama di kalangan milenial yang intens terhubung dengan teknologi. Dengan semangat literasi, kader IPM dapat membawa masyarakat menuju kemaslahatan hidup dunia dan akhirat.
Dalam Materi keorganisasian yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya yaitu bro Arie menegaskan, IPM sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam misi organisasi tersebut. Muhammadiyah ingin menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan Islam yang memberikan manfaat bagi umat Islam dan masyarakat umum.
Dalam pembukaan PKTM 1, Mahsun Jayadi, selaku mantan Ketua PDM periode 2015 – 2020 menyampaikan visi ini kepada peserta. Melalui tangan-tangan kader IPM yang konsisten dan berkomitmen, diharapkan terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Di era global saat ini, pesan Ipmawati Marsha tentang memperbanyak literasi memiliki korelasi yang penting. Literasi tidak hanya kegiatan membaca dan menulis secara konvensional, tetapi juga pemanfaatan media sosial secara massif. Di zaman sekarang, media sosial menjadi sumber ilmu pengetahuan yang populer dan wadah untuk berlatih nalar kritis.
Dijelaskan juga dalam materi Kemuhammadiyahan yang disampaikan oleh Salman Alfarisi selaku Kwarda Hizbul Wathan Surabaya, Muhammadiyah dijelaskan sebagai organisasi Islam yang moderat dan membawa kebermanfaatan bagi umat Islam melalui Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, ekonomi, dan budaya. Dalam era global yang penuh dengan kemajuan teknologi dan informasi, Muhammadiyah dan IPM mengajak kader-kadernya untuk memanfaatkan media sosial dan sumber-sumber pengetahuan yang tersedia secara luas.
Di akhir acara Pelatihan di isi Oleh Mas Akbar Selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya dengan Materi Kepemimpinan Dengan memperkuat literasi dan menggabungkannya dengan pemahaman Kemuhammadiyahan, kader IPM dapat menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi umat Islam dan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan tujuan Muhammadiyah untuk menghadapi tantangan zaman dan memajukan pendidikan, ekonomi, dan budaya dalam konteks global yang terus berkembang.(red)