Alhamdulillah….Siswa MAN Sidoarjo di Terima di Wageningen University dan Research Netherland Belanda Melalui Jalur Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan Ke 3 Kemendikbudristek

689

Sidoarjo || faktaperistiwanews.co – Nama saya Roja Ramadhani Yusuf, berasal dari Kabupaten Sidoarjo. Saya bersekolah di MAN Sidoarjo, dan kini berusia 17 tahun. Saya adalah penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 3 non-Gelar dan juga berhasil menjadi awardee Beasiswa Indonesia Maju S1 Luar Negeri (BIM) angkatan 3.

Perjalanan saya dimulai sejak kecil, dengan kecintaan yang mendalam terhadap lingkungan. Saya membuat kebun sendiri di halaman rumah dan sering melakukan observasi serta eksperimen. Ayah saya adalah seorang petani, dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Kami hidup sederhana, namun penuh dengan kebahagiaan.

Perjalanan yang sebenarnya dimulai ketika saya masuk tingkatan SMA sederajat di MAN Sidoarjo. Di MAN Sidoarjo, sejak kelas 10, saya bergabung dengan klub riset MANSDA RESEARCH. Lomba pertama yang saya ikuti adalah NASPO (National Applied Science Project Olympiad) yang diselenggarakan oleh IYSA bekerja sama dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Saya bersama tim membawa inovasi SAFOS (Smartwatch for Down Syndrome) dan berhasil meraih medali emas.

Sejak saat itu, saya telah mengikuti banyak kompetisi, baik nasional maupun internasional, salah satunya adalah INFOMATRIX WORLD FINALS 2022 di Meksiko dalam kategori INTERNATIONAL INFORMATICS PROJECT COMPETITION, di mana saya meraih medali perak.

Perjalanan saya mendaftar Beasiswa BIM Preparation dimulai dari beberapa tahap seleksi bersama pendaftar dari seluruh Indonesia. Tahap pertama adalah seleksi substansi yang meliputi prestasi yang diraih, nilai rapor, dokumen-dokumen lain seperti surat rekomendasi sekolah, dan esai. Setelah itu, ada seleksi wawancara. Setelah lolos, saya diterima sebagai awardee Beasiswa BIM Preparation.

Beasiswa BIM terbagi menjadi dua jenis, yaitu beasiswa non-gelar dan bergelar. Beasiswa non-gelar adalah beasiswa persiapan untuk para awardee agar dapat mendaftar ke universitas-universitas terbaik dunia di bidangnya masing-masing. Kami diberi kursus bahasa Inggris, kursus SAT, tes IELTS dan SAT, bimbingan kuliah, Summer School Program, serta diberikan proyek sosial agar dapat berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Setelah mendaftar ke universitas dan mendapatkan Letter of Scholarship (LOS), kami mengikuti seleksi kembali. Alhamdulillah, saya diterima sebagai Awardee Beasiswa Indonesia Maju S1 Luar Negeri di Wageningen University & Research di program Bachelor of Environmental sciences. Semua ini berkat dukungan dan doa orang tua saya yang selalu menyertai saya. Meskipun banyak rintangan yang dihadapi, saya tetap berjuang.

Saya masih mengingat tulisan esai autobiografi saya di kelas 10: “Bila ada kesempatan untuk dapat masuk ke perguruan tinggi luar negeri, maka saya pasti akan menggunakan kesempatan itu dengan baik.” Saya ingin mengutip kalimat dari Pak Chairil Anwar, “Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang. Biar peluru menembus kulitku, aku tetap meradang, menerjang.” Maka terjanglah dan raih mimpimu..!!!
(Yud)