Surabaya || Faktaperistiwanews.co — Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) DPD Jawa Timur menggelar Sarasehan Budaya dan silaturahmi spiritual di Pesarean Eyang Kudo Kardono, Jalan Cempaka No. 25, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Minggu (1/6/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan pegiat budaya dan praktisi pengobatan alternatif dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik.
Sarasehan ini mengusung tema “Menjalin Silaturahmi dan Kerukunan Pegiat Seni Budaya Spiritual dan Praktisi Pengobatan Alternatif”, yang bertujuan memperkuat jejaring antar-padepokan dan perguruan spiritual. Selain doa bersama dan napak tilas, acara ini menjadi momentum mempererat tali persaudaraan demi pelestarian budaya Nusantara.
Ketua DPD FKPPAI Jatim, Gus Muhammad Yamin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.
“Kalau kita tidak rukun dan guyup, budaya kita bisa memudar, lalu punah. Maka dari itu kita kumpulkan putro-putro daerah untuk menyatukan tekad. Kita uri-uri budaya leluhur agar tidak diambil bangsa lain,” tegas Gus Yamin.
Ia juga mengutip falsafah Jawa yang menjadi dasar kegiatan ini:
“Rukun agawe santoso, congkrah agawe bubrah.”
(Kerukunan membawa kedamaian, perpecahan membawa kehancuran).
“Ini ajaran leluhur yang sangat relevan hari ini. Maka kita rawat budaya, kita hidupkan spiritualitas Nusantara,” imbuhnya.

Kegiatan ini berjalan selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan pentingnya pelindungan dan pengembangan nilai budaya. Selain itu, Perpres No. 114 Tahun 2022 tentang Strategi Kebudayaan juga mendorong pelibatan masyarakat dalam pewarisan nilai-nilai lokal.
Dipilihnya Hari Lahir Pancasila yang telah ditetapkan sebagai hari nasional (melalui Keppres No. 24 Tahun 2016) pun menambah makna. Nilai-nilai yang dibawa oleh Pancasila sangat relevan dengan misi pelestarian budaya lokal—yakni menjaga identitas bangsa melalui prinsip gotong royong, persatuan, dan penghargaan terhadap perbedaan. (Wjy)








